Jumat, 1 Mei 2026

Berita Internasional

Iran Perketat Keamanan di Teheran, Pos Pemeriksaan dan Internet Dibatasi

Pemerintah Iran dilaporkan meningkatkan langkah-langkah keamanan di ibu kota Teheran guna mencegah potensi

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
Kompas.com
Ayatollah Mojtaba Khamenei, anak Ali Khamenei, pemimpin tertinggi baru Iran. 

Iran Perketat Keamanan di Teheran, Pos Pemeriksaan dan Internet Dibatasi

SERAMBINEWS.COM- Pemerintah Iran dilaporkan meningkatkan langkah-langkah keamanan di ibu kota Teheran guna mencegah potensi protes anti-pemerintah di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik regional.

Warga setempat yang berbicara kepada BBC News mengatakan bahwa sejumlah pos pemeriksaan keamanan kini muncul di berbagai titik kota, sementara akses internet dibatasi dan pesan peringatan massal dikirim kepada masyarakat.

Beberapa warga menyebutkan bahwa petugas keamanan mendirikan pos pemeriksaan di jalan-jalan utama, termasuk di bawah jembatan penyeberangan dan di dalam terowongan jalan.

Baca juga: Ali Larijani Tuduh Jaringan Epstein Rencanakan Serangan Mirip 9/11 untuk Menyalahkan Iran

 Menurut mereka, warga yang melintas kerap dihentikan dan kendaraan mereka diperiksa oleh aparat.

Langkah ini diambil setelah adanya laporan bahwa beberapa pos keamanan sebelumnya menjadi target serangan pesawat tak berawak.

Kantor berita Iran Fars News Agency melaporkan bahwa sejumlah personel keamanan tewas dalam serangan yang terjadi di empat pos pemeriksaan di Teheran pada 11 Maret.

Berdasarkan perhitungan tidak resmi, sekitar 10 anggota pasukan keamanan dilaporkan meninggal dalam insiden tersebut.

Baca juga: Spesifikasi Rudal Sejjil, Senjata Strategis Iran yang Digunakan dalam Serangan ke Israel

Seorang warga Teheran berusia dua puluhan mengatakan kepada BBC bahwa ia pernah dihentikan di pos pemeriksaan dan mobilnya digeledah oleh petugas.

Ia mengaku mencoba bersikap ramah kepada aparat agar proses pemeriksaan berjalan lancar.

Sementara itu, seorang perempuan muda lainnya mengatakan kini ia lebih berhati-hati dalam berpakaian saat keluar rumah karena khawatir menarik perhatian patroli keamanan.

Selain peningkatan pengawasan di jalanan, pemerintah Iran juga memberlakukan pembatasan akses internet.

Kebijakan ini membuat komunikasi dengan dunia luar menjadi lebih sulit dan menghambat koordinasi di antara masyarakat, terutama bagi mereka yang ingin mengorganisir aksi demonstrasi.

Beberapa warga yang memiliki kemampuan teknologi mencoba mengatasi pembatasan tersebut dengan menggunakan layanan internet satelit seperti SpaceX melalui perangkat Starlink.

Baca juga: Trump Kecewa, tak Ada Negara NATO yang Mau Diajak Berperang Lawan Iran

Namun penggunaan perangkat tersebut di Iran dianggap ilegal dan dapat dikenakan hukuman hingga dua tahun penjara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved