Kamis, 9 April 2026

Mahfud MD Kritik Keras MBG: Kasus Lele Mentah, Keracunan hingga Risiko Korupsi

Lewat kanal YouTube Mahfud MD Official, Senin (16/3/2026), ia menilai MBG sebagai kebijakan yang pada dasarnya sangat baik.

Editor: Amirullah
KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
Mahfud MD - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menjawab keluhan masyarakat soal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menjadi perbincangan publik. 

SERAMBINEWS.COM – Sorotan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bermunculan.

Kali ini datang dari mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, yang menanggapi keluhan masyarakat soal implementasi program tersebut.

Lewat kanal YouTube Mahfud MD Official, Senin (16/3/2026), ia menilai MBG sebagai kebijakan yang pada dasarnya sangat baik.

Program ini, menurutnya, menyasar kebutuhan mendasar masyarakat, terutama dalam pemenuhan gizi.

Namun di balik tujuan itu, Mahfud melihat masih ada celah serius dalam pelaksanaannya di lapangan.

Ia menyinggung berbagai persoalan yang belakangan ramai dibicarakan publik, mulai dari kualitas makanan hingga dugaan potensi penyimpangan.

MAHFUD SOAL MBG - Mantan
MAHFUD SOAL MBG - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menjawab keluhan masyarakat soal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menjadi perbincangan publik. Melalui kanal YouTube Mahfud MD Official pada Senin (16/3/2026), Mahfud menilai program tersebut memiliki tujuan yang sangat baik, yakni membantu pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok yang membutuhkan.

“Program MBG ini program yang sangat bagus. Bagus karena memberi makan kepada masyarakat yang membutuhkan. Tetapi yang perlu dipertanyakan adalah tata kelolanya,” kata Mahfud.

Pernyataan itu seolah menjadi penegasan bahwa persoalan utama bukan pada konsep, melainkan pada eksekusi.

Sejumlah laporan yang beredar, termasuk kasus makanan yang tidak layak seperti lele mentah, memperkuat kekhawatiran publik terhadap pengawasan program tersebut.

Mahfud pun mengingatkan bahwa program sebesar ini membutuhkan sistem kontrol yang ketat agar tidak membuka celah korupsi.

Tanpa pengelolaan yang rapi, tujuan mulia program berisiko melenceng dari sasaran.

Baca juga: Hamas dan Dewan Perdamaian Bertemu di Kairo, Sinyal Baru di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Kasus Lele Mentah hingga Keracunan Massal

Mahfud mencontohkan sejumlah laporan yang beredar di masyarakat, termasuk kasus pengiriman bahan makanan mentah kepada sekolah tanpa fasilitas penyimpanan memadai.

Ia menyebut pernah ada laporan di Pamekasan di mana sekolah menerima kiriman lele hidup untuk konsumsi tiga hari ke depan, padahal tidak tersedia lemari pendingin untuk menyimpannya.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan makanan cepat rusak dan tidak layak konsumsi.

Selain itu, Mahfud juga menyinggung adanya laporan keracunan makanan di sejumlah sekolah, termasuk di Yogyakarta dan beberapa daerah di Jawa Barat.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved