Selasa, 21 April 2026

Mahfud MD Kritik Keras MBG: Kasus Lele Mentah, Keracunan hingga Risiko Korupsi

Lewat kanal YouTube Mahfud MD Official, Senin (16/3/2026), ia menilai MBG sebagai kebijakan yang pada dasarnya sangat baik.

Editor: Amirullah
KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
Mahfud MD - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menjawab keluhan masyarakat soal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menjadi perbincangan publik. 

Ia menilai pemerintah perlu memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait penyebab dan penanganan kasus tersebut.

“Ketika laporan seperti ini muncul, mestinya ada penjelasan kepada masyarakat, di mana masalahnya dan bagaimana penyelesaiannya,” ujarnya.

Baca juga: Pekerja Kabur Karena Tak Dibayar, Huntara di Aceh Timur Terbengkalai

Target Penerima Dinilai Terlalu Luas

Mahfud juga mempertanyakan target penerima program MBG yang disebut mencapai lebih dari 82 juta orang.

Menurutnya, data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah penduduk miskin di Indonesia sekitar 24 juta orang.

Karena itu, ia menilai perlu kejelasan mengenai kelompok sasaran program agar bantuan lebih tepat sasaran.

“Kalau ingin konsisten membantu masyarakat yang membutuhkan, mestinya jelas siapa yang menjadi prioritas penerima,” kata Mahfud.

Soroti Potensi Penyimpangan Anggaran

Selain persoalan teknis distribusi, Mahfud juga menyinggung kemungkinan adanya potensi penyimpangan anggaran apabila mekanisme pengawasan tidak berjalan transparan.

Ia menilai masyarakat perlu mengetahui bagaimana mekanisme pemeriksaan dan pengawasan program tersebut, termasuk jika terjadi perbedaan antara anggaran yang dialokasikan dengan kualitas makanan yang diterima masyarakat.

Menurut Mahfud, evaluasi terbuka penting dilakukan agar program yang memiliki tujuan mulia tersebut tidak menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat.

Tetap Dukung Program MBG

Meski mengkritik pelaksanaannya, Mahfud menegaskan dirinya tetap mendukung program MBG karena merupakan salah satu janji kampanye Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan dan gizi masyarakat.

Namun ia menekankan pentingnya perbaikan tata kelola, transparansi pengawasan, serta komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat.

“Programnya bagus dan perlu dilanjutkan. Tetapi tata kelolanya harus diperbaiki agar benar-benar bermanfaat bagi rakyat,” ujarnya.

 

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved