Konflik Amerika vs Iran
Krisis BBM Sri Lanka, ASN Kerja 4 Hari: Rabu Jadi Libur Demi Hemat Energi
Di Sri Lanka, pemerintah mengambil langkah yang tidak biasa: menetapkan hari kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya empat hari dalam sepekan.
SERAMBINEWS.COM – Dampak konflik di Timur Tengah mulai terasa jauh hingga ke Asia Selatan.
Di Sri Lanka, pemerintah mengambil langkah yang tidak biasa: menetapkan hari kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya empat hari dalam sepekan.
Mulai kini, setiap Rabu dijadikan hari libur tambahan. Kebijakan ini bukan tanpa alasan pemerintah berupaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah ancaman krisis energi.
Situasi ini disebut-sebut sebagai imbas dari konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang berdampak langsung pada jalur distribusi energi global.
Melansir BBC, kebijakan tersebut diambil setelah muncul ancaman gangguan pasokan akibat lumpuhnya Selat Hormuz.
Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute paling vital bagi pengiriman minyak dunia, terutama ke kawasan Asia.
Data sebelumnya menunjukkan hampir 90 persen aliran minyak dan gas yang melintasi selat tersebut memang ditujukan untuk pasar Asia. Tak heran jika gangguan di sana langsung terasa ke berbagai negara, termasuk Sri Lanka.
Presiden Anura Kumara Dissanayake menegaskan, pemerintah harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
Baca juga: Rudal Hantam Fasilitas LNG Qatar, Pasokan Energi Global Terancam Terguncang
Hal itu disampaikannya dalam rapat darurat bersama para pejabat senior pada Senin (16/3/2026).
Kebijakan empat hari kerja ini tidak hanya berlaku di kantor pemerintahan.
Sekolah dan universitas juga ikut menyesuaikan jadwal, meski layanan penting seperti sektor kesehatan dan imigrasi tetap berjalan seperti biasa.
Menariknya, pemerintah memilih hari Rabu sebagai tambahan libur, bukan Jumat. Tujuannya agar aktivitas pemerintahan tidak terhenti selama tiga hari berturut-turut.
Di luar pengurangan hari kerja, pemerintah juga memperketat distribusi BBM.
Warga kini diwajibkan mendaftar dalam sistem National Fuel Pass atau kartu kuota BBM nasional untuk mengatur pembelian bensin dan diesel.
Namun kebijakan ini memicu kegelisahan. Kuota yang diberikan dinilai terlalu kecil sekitar 15 liter untuk mobil pribadi dan 5 liter untuk sepeda motor.
Bagi sebagian warga, kondisi ini mengingatkan pada krisis ekonomi 2022, ketika Sri Lanka kehabisan cadangan devisa hingga kesulitan mengimpor kebutuhan pokok.
Tekanan semakin terasa karena harga minyak mentah dunia terus merangkak naik, bahkan menyentuh angka 100 dolar AS per barel.
Dengan kondisi seperti ini, Sri Lanka seolah kembali dihadapkan pada ujian berat.
Baca juga: Iran Serang Ladang Gas Cair Terbesar di Dunia di Qatar yang Terkait dengan AS
Negara Asia Lainnya Ketatkan Konsumsi Energi
Tak hanya Sri Lanka, Krisis ini pun memaksa negara-negara Asia lainnya melakukan pengetatan serupa.
Di Thailand, pemerintah mengimbau warga mengganti setelan jas dengan kaos lengan pendek demi mengurangi penggunaan AC.
Sementara itu di Myanmar sistem operasi kendaraan pribadi secara selang-seling menggunakan sistem ganjil-genap berdasarkan nomor pelat sudah diterapkan secara nasional.
Di tempat lain, Bangladesh mempercepat libur Ramadan di universitas dan melakukan pemadaman listrik terencana secara nasional untuk menghemat energi.
Langkah drastis juga terlihat di Filipina, di mana Presiden Ferdinand Marcos Jr mewajibkan staf pemerintah bekerja dari rumah minimal sehari seminggu dan melarang perjalanan dinas non-esensial.
Sebagai kompensasi, Marcos menyalurkan bantuan tunai bagi pengemudi transportasi roda tiga, petani, dan nelayan sebesar 3.000 hingga 5.000 peso atau berkisar antara Rp825.000 hingga Rp1,37 juta.
Sementara itu, Vietnam gencar mengampanyekan gerakan tetap di rumah, bersepeda, hingga berbagi tumpangan untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi yang tidak mendesak.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Iran Resmi Buka Selat Hormuz untuk Semua Kapal |
|
|---|
| Intelijen AS: China Diduga Pertimbangkan Kirim Radar Canggih ke Iran |
|
|---|
| AS Perketat Tekanan terhadap Iran, Militer Amerika Siap Hentikan Kapal Iran di Seluruh Dunia |
|
|---|
| Netanyahu Tegaskan Israel Siap Lanjutkan Perang dengan Iran, Ajukan Sejumlah Tuntutan |
|
|---|
| Ketegangan Memanas, Iran Siapkan Tindakan Balasan atas Blokade AS terhadap Pelabuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/KRISIS-BBM-SRI-LANKA-Pemandangan-krisis-BBM.jpg)