Selasa, 21 April 2026

Berita Internasional

AS Putar Haluan! Sanksi Minyak Iran Dilonggarkan, Harga Energi Dunia Terancam Tak Stabil?

Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah mengejutkan dengan mencabut sebagian sanksi terhadap minyak Iran.

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
Istimewa
Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah mengejutkan dengan mencabut sebagian sanksi terhadap minyak Iran. (Dok./Truth Social) 

AS Putar Haluan! Sanksi Minyak Iran Dilonggarkan, Harga Energi Dunia Terancam Tak Stabil?

SERAMBINEWS.COM- Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah mengejutkan dengan mencabut sebagian sanksi terhadap minyak Iran.

Kebijakan ini dilakukan di tengah lonjakan harga energi global akibat konflik yang sedang berlangsung di Iran, yang telah mengganggu pasokan minyak dunia.

Dilansir melalui BBC News (21/3/2026), Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengumumkan bahwa pihaknya memberikan otorisasi jangka pendek untuk mengizinkan penjualan minyak Iran yang saat ini masih tersimpan di kapal tanker di laut. 

Izin ini bersifat sementara dan akan berlaku hingga 19 April mendatang.

Baca juga: Trump Ngotot Perang Berlanjut, AS–Israel Gempur Iran, Selat Hormuz Jadi Taruhan Global

Langkah tersebut bertujuan untuk menambah pasokan energi global dalam waktu cepat.

Diperkirakan sekitar 140 juta barel minyak dapat segera masuk ke pasar internasional melalui kebijakan ini.

Sebelumnya, minyak Iran banyak dibeli oleh China dengan harga diskon akibat sanksi yang diberlakukan oleh AS dan negara lainnya.

Dengan pencabutan sebagian sanksi ini, AS berharap distribusi minyak Iran bisa lebih merata ke negara lain seperti India, Jepang, dan Malaysia.

Selain itu, kebijakan ini juga dinilai dapat mendorong China untuk membeli minyak dengan harga pasar yang lebih wajar.

Namun, kebijakan ini menuai pro dan kontra.

Baca juga: Pertahanan Teluk Jebol, AS Kebut Kirim Sistem Anti-Drone dan Radar Canggih Hadapi Serangan Iran

Sejumlah pakar menilai langkah ini berisiko karena berpotensi meningkatkan pendapatan Iran, yang tengah terlibat dalam konflik dengan AS.

Dana dari penjualan minyak tersebut dikhawatirkan dapat digunakan untuk mendukung aktivitas militer.

Meski demikian, pemerintah AS menegaskan bahwa mereka tetap akan menjaga tekanan terhadap Iran.

 Mereka mengklaim bahwa akses Iran terhadap hasil penjualan minyak akan tetap dibatasi, meskipun dalam praktiknya hal ini dinilai sulit untuk diawasi secara penuh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved