Jumat, 17 April 2026

Berita Internasional

Iran Ancam Hancurkan Infrastruktur Energi Jika Diserang AS-Israel

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengancam akan menyerang infrastruktur energi

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Tangkapan layar
FASILITAS MINYAK TIMTENG - Tangkap layar The Guardian menampilkan lokasi fasilitas gas dan minyak Iran-Qatar. Serangan Israel dan Iran terhadap fasilitas energi memicu eskalasi konflik menjadi perang ekonomi yang berdampak global. 

Iran Ancam Hancurkan Infrastruktur Energi  Jika Diserang AS-Israel

SERAMBINEWS.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengancam akan menyerang infrastruktur energi di seluruh kawasan jika Amerika Serikat dan Israel menargetkan pembangkit listriknya.

Dikutip Serambinews melalui Al Jazeera (22/3/2026), ancaman tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.

Ia menegaskan bahwa jika fasilitas energi Iran diserang, maka seluruh infrastruktur vital di kawasan akan menjadi target balasan.

“Segera setelah pembangkit listrik di negara kami menjadi sasaran, maka infrastruktur energi dan minyak di seluruh wilayah akan dianggap sebagai target sah dan akan dihancurkan secara permanen,” ujarnya.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz.

Baca juga: Israel Alami Malam Sulit, Dua Rudal Balistik Iran Hantam Arad dan Dimona, Dua Kota Hancur

Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

Menanggapi ancaman itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC juga menyatakan siap menutup total Selat Hormuz.

Mereka memperingatkan bahwa perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan AS akan menjadi sasaran jika fasilitas energi Iran diserang.

Selain itu, negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS juga disebut berpotensi menjadi target serangan.

Iran sendiri mengklaim Selat Hormuz masih terbuka, namun tidak bagi kapal yang berafiliasi dengan “musuh-musuh Iran”.

Baca juga: AS Ultimatum Iran 48 Jam, Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Selat ini merupakan jalur strategis dunia yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair global.

Sejak konflik dimulai pada akhir Februari, aktivitas pelayaran di jalur tersebut mengalami gangguan besar.

Kondisi ini memicu krisis energi global yang disebut-sebut sebagai yang terburuk sejak tahun 1970-an.

Di sisi lain, Iran juga melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke sejumlah wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, dan beberapa negara Teluk.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved