Konflik Amerika vs Iran
Iran Ancam Serang Lokasi Wisata Global, Konflik Berpotensi Meluas
“Mulai sekarang, bahkan taman, area rekreasi, dan tujuan wisata di mana pun di dunia tidak akan lagi aman bagi Anda,” ujarnya.
Ringkasan Berita:
- Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Iran melontarkan ancaman serius terkait kemungkinan serangan terhadap lokasi wisata dan area publik di berbagai belahan dunia.
- Pernyataan ini disampaikan di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
- Juru bicara militer Iran, Abolfazl Shekarchi, menegaskan bahwa tempat-tempat seperti taman dan destinasi rekreasi tidak lagi aman bagi pihak yang dianggap sebagai musuh Teheran.
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Iran melontarkan ancaman serius terkait kemungkinan serangan terhadap lokasi wisata dan area publik di berbagai belahan dunia.
Pernyataan ini disampaikan di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Juru bicara militer Iran, Abolfazl Shekarchi, menegaskan bahwa tempat-tempat seperti taman dan destinasi rekreasi tidak lagi aman bagi pihak yang dianggap sebagai musuh Teheran.
Dalam siaran televisi pemerintah, ia menyebut bahwa Iran memiliki informasi intelijen yang membuat target-target sipil berpotensi menjadi sasaran.
“Mulai sekarang, bahkan taman, area rekreasi, dan tujuan wisata di mana pun di dunia tidak akan lagi aman bagi Anda,” ujarnya.
Ancaman ini muncul setelah serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran masih berlangsung.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran di kalangan analis internasional bahwa konflik dapat meluas hingga ke luar kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Israel Alami Malam Sulit, Dua Rudal Balistik Iran Hantam Arad dan Dimona, Dua Kota Hancur
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, turut menegaskan sikap tegas negaranya.
Ia menyatakan bahwa Iran tidak akan menahan diri jika infrastrukturnya kembali diserang.
Namun demikian, ia menekankan bahwa Iran tidak akan memulai serangan lebih dulu.
“Iran tidak melakukan serangan mendadak. Kami hanya akan merespons dengan kuat jika diserang,” tulis Araghchi melalui media sosial.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut bahwa Iran diduga telah merencanakan serangan terhadap negaranya.
Pernyataan tersebut semakin memperkeruh hubungan kedua negara.
Konflik ini meningkat tajam sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 yang, menurut otoritas Iran, menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
| AS Tak Berniat Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Trump Puji Teheran: Mereka Negara yang Kuat |
|
|---|
| Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran Sampai Negosiasi Selesai, Blokade Tetap Berlanjut |
|
|---|
| Trump Perpanjang Gencatan Senjata Sepihak, Iran Curiga: Dinilai Taktik AS Siapkan Serangan Mendadak |
|
|---|
| Krisis Selat Hormuz Memanas, 30 Negara Bahas Opsi Militer di London untuk Amankan Jalur Minyak Dunia |
|
|---|
| Persediaan Rudal AS Menyusut Drastis akibat Perang dengan Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pasukan-Iran-menembakkan-rudal-dalam-latihan-militer-di-Pantai-Makran-Teluk-Oman-2022.jpg)