Rabu, 22 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Persediaan Rudal AS Menyusut Drastis akibat Perang dengan Iran

Penurunan ini diduga akibat upaya Iran menghemat stok atau kesulitan mempertahankan produksi di tengah tekanan militer.

Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/AI
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui bahwa faktor dendam pribadi turut memengaruhi keputusannya melancarkan serangan terhadap Iran.  

Ringkasan Berita:
  • Laporan terbaru mengungkap bahwa persediaan rudal Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan signifikan akibat tingginya intensitas perang dengan Iran dalam beberapa waktu terakhir.
  • Menurut laporan The Hill (21/4/2026), militer AS telah menghabiskan hampir setengah dari stok rudal pencegat sistem pertahanan udara Patriot.
  • Selain itu, sejumlah kategori rudal penting lainnya juga digunakan secara besar-besaran dalam operasi militer terhadap Iran.

 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON – Laporan terbaru mengungkap bahwa persediaan rudal Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan signifikan akibat tingginya intensitas perang dengan Iran dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut laporan The Hill (21/4/2026), militer AS telah menghabiskan hampir setengah dari stok rudal pencegat sistem pertahanan udara Patriot.

Selain itu, sejumlah kategori rudal penting lainnya juga digunakan secara besar-besaran dalam operasi militer terhadap Iran.

Analisis dari lembaga pemikir Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyebut bahwa skala kampanye udara dan rudal dalam operasi bertajuk “Operation Epic Fury” telah menciptakan celah serius dalam cadangan amunisi AS.

Dalam laporan yang dirilis Selasa, CSIS merinci penyusutan sejumlah persenjataan utama:

-Hampir 50 persen stok rudal Patriot telah digunakan

-Lebih dari 50 % persediaan pencegat THAAD telah terpakai

-Sekitar 45 % rudal Precision Strike Missile (PrSM) telah dihabiskan

Laporan ini muncul di tengah klaim Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyatakan bahwa negaranya memiliki “persediaan senjata yang nyaris tak terbatas”.

Namun, sejumlah analis menilai kondisi di lapangan menunjukkan tekanan besar terhadap stok persenjataan akibat tingginya tempo pertempuran.

Baca juga: Terungkap Alasan Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Ini Tujuannya

Tempo Perang Tinggi, Stok Tergerus

Sejak awal konflik, operasi militer berlangsung dengan intensitas tinggi.

Baik AS dan sekutunya maupun Iran menggunakan persenjataan dalam jumlah besar, bahkan lebih cepat dibandingkan kapasitas produksinya.

Lembaga Institute for National Security Studies (INSS) memperkirakan AS dan Israel telah melancarkan lebih dari 2.000 serangan, masing-masing melibatkan berbagai jenis amunisi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved