Konflik Amerika vs Iran
Trump Berbalik Arah dan Ingin Damai dengan Iran, Netanyahu Ketar-ketir
Trump disebut lebih memilih jalur diplomasi, dengan ambisi mendorong kesepakatan damai dalam waktu dekat.
Bagi Israel, keamanan nasional adalah harga mati.
Netanyahu menegaskan bahwa target-target Iran dan kelompok Hezbollah di Lebanon akan tetap menjadi sasaran militer Israel jika dianggap mengancam kedaulatan negaranya.
Baca juga: Iran Tetapkan 3 Syarat Kapal Non-Musuh Boleh Lewati Selat Hormuz, Kapal AS dan Israel Dilarang
Permintaan Trump ke Israel
Trump secara resmi menunda rencana serangan militer terhadap situs-situs energi dan pembangkit listrik di Iran selama lima hari ke depan.
Keputusan ini diambil usai Trump mengeklaim adanya pembicaraan yang "sangat produktif" dengan pihak Teheran melalui platform media sosialnya, Truth Social.
"Saya dengan senang hati melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah melakukan percakapan yang sangat baik selama dua hari terakhir mengenai resolusi total atas permusuhan kami di Timur Tengah," tulis Trump, mengutip The Times of Israel.
Tak hanya menunda aksi militer AS, Trump juga mengaku telah menghubungi Netanyahu.
Ia meminta sang sekutu untuk tidak lagi menggempur fasilitas minyak dan gas Iran, menyusul serangan Israel sebelumnya di wilayah South Pars yang sempat memicu ketegangan regional.
"Saya katakan padanya (Netanyahu), 'Jangan lakukan itu,' dan dia setuju. Koordinasi kami sangat hebat," ujar Trump.
Sementara itu, sejumlah pejabat senior Israel mengungkapkan keraguan mereka terhadap prospek perundingan tersebut.
Menurut mereka, sangat kecil kemungkinan Teheran mau tunduk pada syarat-syarat yang diajukan oleh Washington.
"Sangat diragukan Iran akan menyetujui tuntutan Amerika dalam negosiasi baru ini," ujar salah satu pejabat Israel yang enggan disebutkan namanya, sebagaimana dikutip dari Al Arabiya.
Netanyahu, mengonfirmasi bahwa Trump memang melihat ada celah untuk bernegosiasi.
Strateginya adalah dengan memanfaatkan tekanan dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan militer AS yang selama ini telah mencapai hasil signifikan di medan tempur.
"Trump percaya kita bisa memanfaatkan pencapaian besar militer untuk mencapai tujuan perang lewat jalur diplomasi, demi menjaga kepentingan vital kita," kata Netanyahu.
(Serambinews/Tribun Trends)
| AS-Israel Gempur Gunung Soffeh Berkali-kali, ‘Kota Rudal’ Iran Tetap Aman: Ada Apa di Bawahnya? |
|
|---|
| UEA Diduga Diam-Diam Serang Iran, Konflik Timur Tengah Kian Memanas, Negara Teluk Khawatir Terseret |
|
|---|
| IRGC Gelar Latihan Militer di Teheran Usai Trump Kirim Ancaman, Ketegangan Meningkat |
|
|---|
| Negosiasi Amerika-Iran Buntu, Teheran Siap Hadapi Segela Kemungkinan: AS Akan Dibuat Terkejut |
|
|---|
| Donald Trump Kebingungan, Perang Iran Tak Bisa Diakhiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Trump-ingin-damai-dengan-iran.jpg)