Senin, 18 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Trump Berbalik Arah dan Ingin Damai dengan Iran, Netanyahu Ketar-ketir

Trump disebut lebih memilih jalur diplomasi, dengan ambisi mendorong kesepakatan damai dalam waktu dekat.

Tayang:
Editor: Amirullah
Image created by ChatGPT
Ilustrasi geopolitik: Presiden AS Donald Trump mendorong jalur diplomasi dengan Iran di tengah ketegangan kawasan, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap bersiaga terhadap potensi ancaman militer. 

Bagi Israel, keamanan nasional adalah harga mati.

Netanyahu menegaskan bahwa target-target Iran dan kelompok Hezbollah di Lebanon akan tetap menjadi sasaran militer Israel jika dianggap mengancam kedaulatan negaranya.

Baca juga: Iran Tetapkan 3 Syarat Kapal Non-Musuh Boleh Lewati Selat Hormuz, Kapal AS dan Israel Dilarang

Permintaan Trump ke Israel

Trump secara resmi menunda rencana serangan militer terhadap situs-situs energi dan pembangkit listrik di Iran selama lima hari ke depan.

Keputusan ini diambil usai Trump mengeklaim adanya pembicaraan yang "sangat produktif" dengan pihak Teheran melalui platform media sosialnya, Truth Social.

"Saya dengan senang hati melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah melakukan percakapan yang sangat baik selama dua hari terakhir mengenai resolusi total atas permusuhan kami di Timur Tengah," tulis Trump, mengutip The Times of Israel.

Tak hanya menunda aksi militer AS, Trump juga mengaku telah menghubungi Netanyahu.

Ia meminta sang sekutu untuk tidak lagi menggempur fasilitas minyak dan gas Iran, menyusul serangan Israel sebelumnya di wilayah South Pars yang sempat memicu ketegangan regional.

"Saya katakan padanya (Netanyahu), 'Jangan lakukan itu,' dan dia setuju. Koordinasi kami sangat hebat," ujar Trump.

Sementara itu, sejumlah pejabat senior Israel mengungkapkan keraguan mereka terhadap prospek perundingan tersebut.

Menurut mereka, sangat kecil kemungkinan Teheran mau tunduk pada syarat-syarat yang diajukan oleh Washington.

"Sangat diragukan Iran akan menyetujui tuntutan Amerika dalam negosiasi baru ini," ujar salah satu pejabat Israel yang enggan disebutkan namanya, sebagaimana dikutip dari Al Arabiya.

Netanyahu, mengonfirmasi bahwa Trump memang melihat ada celah untuk bernegosiasi.

Strateginya adalah dengan memanfaatkan tekanan dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan militer AS yang selama ini telah mencapai hasil signifikan di medan tempur.

"Trump percaya kita bisa memanfaatkan pencapaian besar militer untuk mencapai tujuan perang lewat jalur diplomasi, demi menjaga kepentingan vital kita," kata Netanyahu.

(Serambinews/Tribun Trends)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved