Perang Iran vs AS-Israel Memanas, Pertamina Ungkap Stok BBM di Indonesia Sebenarnya
Perusahaan energi pelat merah tersebut memastikan kondisi cadangan BBM nasional masih terkendali.
SERAMBINEWS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat tajam.
Konflik antara Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel belum juga mereda, bahkan menunjukkan eskalasi yang membuat banyak negara mulai waspada.
Kawasan ini memang bukan wilayah biasa. Timur Tengah merupakan jalur krusial distribusi energi dunia, terutama karena adanya Selat Hormuz—lintasan strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global.
Setiap gejolak di wilayah ini hampir pasti berdampak luas, termasuk ke negara-negara yang bergantung pada impor energi seperti Indonesia.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran global. Isu tentang keamanan jalur pelayaran, potensi gangguan kapal tanker, hingga ancaman tersendatnya rantai pasok energi mulai ramai dibicarakan.
Di dalam negeri, perhatian publik pun ikut terseret, terutama terkait ketersediaan dan stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM).
Baca juga: Usai Anjlok, Kini Harga Emas di Langsa Naik Lagi, Ini Rinciannya 26 Maret 2026
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa hari terakhir, berbagai spekulasi bermunculan, mulai dari kemungkinan lonjakan harga hingga isu stok BBM yang disebut-sebut terancam.
Namun di tengah meningkatnya keresahan, Pertamina akhirnya memberikan penjelasan resmi.
Perusahaan energi pelat merah tersebut memastikan kondisi cadangan BBM nasional masih terkendali.
Pihak perusahaan memastikan bahwa cadangan BBM dalam negeri masih dalam kondisi aman meski konflik terus bereskalasi.
Meski demikian, pemerintah dan pelaku energi tetap melakukan berbagai langkah antisipasi, termasuk mencari jalur distribusi alternatif dan sumber impor baru.
Pernyataan blak-blakan ini sekaligus menjadi jawaban atas keresahan publik di tengah bayang-bayang krisis energi akibat perang yang kian tak menentu.
Seperti diketahui, Pertamina buka suara perihal stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia setelah hampir satu bulan perang Iran Vs Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Baca juga: Setelah Filipina, Krisis BBM Kini Hantam Bangladesh, Antrean SPBU Mengular Akibat Pasokan Kurang
Komisaris Pertamina Hasan Nasbi mengungkapkan stok terbaru BBM di kondisi perang Iran dan AS-Israel yang tidak kunjung selesai.
Hal itu diungkapkan Hasan Nasbi usai silaturahmi ke kediaman Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah pada Rabu (25/3/2026) seperti dimuat TribunSolo.
Cadangan BBM
isu kelangkaan BBM
pengiriman BBM
BBM
Tangki BBM
stok bbm
Pertamina
Konflik Amerika vs Iran
konflik Iran-Amerika
| Setelah Filipina, Krisis BBM Kini Hantam Bangladesh, Antrean SPBU Mengular Akibat Pasokan Kurang |
|
|---|
| Stok BBM Indonesia Aman 20 Hari di Tengah Konflik Iran-AS, Pertamina Rencanakan Impor dari Afrika |
|
|---|
| Stok BBM Filipina Sisa 45 Hari, Status Darurat Energi Ditetapkan, Apa Konsekuensinya? |
|
|---|
| Trump Berbalik Arah dan Ingin Damai dengan Iran, Netanyahu Ketar-ketir |
|
|---|
| Darurat Energi Imbas Perang Iran, Filipina Dekati China, Jajaki Ulang Kerja Sama Eksplorasi Minyak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pelanggan-isi-bahan-bakar-di-SPBU.jpg)