Senin, 1 Juni 2026

Perang Iran vs AS-Israel Memanas, Pertamina Ungkap Stok BBM di Indonesia Sebenarnya

Perusahaan energi pelat merah tersebut memastikan kondisi cadangan BBM nasional masih terkendali.

Tayang:
Editor: Amirullah
For Serambinews.com
Para pelanggan saat mengisi BBM di SPBU beberapa waktu lalu. 

Hasan Nasbi menjelaskan bahwa Pertamina sebagai pelaksana mengikuti kebijakan yang dibuat pemerintah untuk distribusi BBM

Sejauh ini, stok BBM di Indonesia pun masih aman untuk 20 hari ke depan. 

Meskipun Hasan Nasbi tidak memungkiri ada kenaikan yang cukup terasa untuk harga minyak dunia. 

Namun kata Hasan Nasbi, sejauh ini pemerintah sendiri belum berencana menaikan harga BBM untuk masyarakat. 

Sementara itu untuk meminimalisir krisis energi, pemerintah pun disebut akan melakukan sejumlah solusi jangka pendek seperti menerapkan Work From Home (WFH) bagi sejumlah pekerja di beberapa sektor. 

Maka dari itu, Hasan meyakini bahwa krisis energi di Indonesia bisa diminimalisir oleh pemerintah. 

Pertamina juga kata Hasan Nasbi akan mencari solusi dan alternatif membeli BBM di luar negara Timur Tengah.

Afrika dan Amerika Serikat (AS) menjadi alternatif pembelian BBM selanjutnya. 

Maka dia menyarankan agar masyarakat tidak melakukan panic buying terhadap BBM. Sebab hingga saat ini, pasokan dan stok BBM di Indonesia masih ada di angka aman. 

“Pemerintah kan selalu mengupayakan antisipasi jauh-jauh hari, jadi tidak perlu panic buying,” imbaunya. 

Diketahui sejumlah negara mulai merasakan dampak krisis energi akibat perang Iran Vs AS-Israel. 

Tercatat India sudah mengalami panic buying untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) di tengah perang Timur Tengah yang tidak kunjung reda. 

Video panic buying pembelian BBM di India viral dibagikan akun X media nasional Iran Press Tv pada Rabu (25/3/2026). 

Antrean BBM di India bahkan mencapai berjam-jam dampak krisis energi perang AS-Israel dan Iran.

“Para pengendara sepeda motor India mengantre berjam-jam di sebuah SPBU yang terendam banjir — dampak dari krisis energi yang terkait dengan perang AS-Israel di Iran,”

Sumber: TribunNewsmaker
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved