Selasa, 21 April 2026

Berita Internasional

Mengapa Harga Emas dan Saham Anjlok di Tengah Perang Iran?

Harga emas dan saham perusahaan pertahanan justru mengalami penurunan saat konflik besar pecah di Timur Tengah,

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/AI
HARGA EMAS - Ilustrasi emas UBS, Galeri24 dan Antam generated by AI, Minggu (15/3/2026). Harga emas dan saham perusahaan pertahanan justru mengalami penurunan saat konflik besar pecah di Timur Tengah 

Mengapa Harga Emas dan Saham Anjlok di Tengah Perang Iran?

SERAMBINEWS.COM – Harga emas dan saham perusahaan pertahanan justru mengalami penurunan saat konflik besar pecah di Timur Tengah, sebuah fenomena yang dinilai tidak biasa di tengah situasi geopolitik yang memanas.

Dikutip Serambinews melalui kantor berita Reuters (26/3/2026), penurunan ini terjadi setelah serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Padahal, emas selama ini dikenal sebagai aset “safe haven” atau tempat aman bagi investor saat kondisi global tidak stabil.

Dalam empat hari sejak konflik dimulai, harga emas tercatat turun hampir 4 persen.

Sementara itu, saham perusahaan pertahanan di Eropa juga mengalami penurunan dengan persentase yang hampir sama.

Baca juga: Harga Emas Hari di Lhokseumawe Stagnan, Segini Rincian Harga per 26 Maret 2026

Kondisi ini mengejutkan banyak pelaku pasar karena biasanya kedua aset tersebut justru menguat saat terjadi perang atau ketegangan global.

Menurut laporan tersebut, penyebab utama penurunan ini adalah fenomena yang dikenal sebagai “crowded trades” atau kondisi ketika terlalu banyak investor telah lebih dulu menempatkan dana pada aset yang sama.

Sebelum konflik pecah, investor global sudah berbondong-bondong membeli emas dan saham pertahanan karena memperkirakan ketegangan geopolitik akan meningkat.

Akibatnya, ketika perang benar-benar terjadi, banyak manajer investasi justru memilih menjual aset tersebut untuk mengurangi risiko dan meningkatkan likuiditas.

Penjualan ini sering dilakukan secara cepat dan otomatis sebagai bagian dari strategi manajemen risiko, bukan semata-mata karena perubahan fundamental ekonomi.

Baca juga: Usai Anjlok, Kini Harga Emas di Langsa Naik Lagi, Ini Rinciannya 26 Maret 2026

Dampaknya, aset yang sebelumnya mengalami kenaikan tajam justru menjadi yang paling banyak dilepas di pasar.

Hal ini membuat harga emas dan saham pertahanan turun signifikan meskipun secara teori seharusnya mengalami kenaikan.

Emas menjadi contoh paling menonjol dalam fenomena ini.

Sepanjang tahun 2025, aliran dana ke instrumen berbasis emas mencapai rekor tertinggi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved