Senin, 20 April 2026

Berita Internasional

Mengapa Harga Emas dan Saham Anjlok di Tengah Perang Iran?

Harga emas dan saham perusahaan pertahanan justru mengalami penurunan saat konflik besar pecah di Timur Tengah,

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/AI
HARGA EMAS - Ilustrasi emas UBS, Galeri24 dan Antam generated by AI, Minggu (15/3/2026). Harga emas dan saham perusahaan pertahanan justru mengalami penurunan saat konflik besar pecah di Timur Tengah 

Bahkan, harga emas sempat berada sekitar 30 persen di atas rata-rata pergerakan 200 hari sebelum konflik dimulai.

Kondisi serupa juga terjadi pada saham sektor pertahanan Eropa yang telah mengalami lonjakan besar sejak perang di Ukraina dan mencatat kinerja lebih tinggi dibandingkan pasar secara keseluruhan.

Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini Menguat:UBS & Galeri24 Kompak Naik, Buyback Antam di Logam Mulia Turun

Selain itu, saham teknologi, termasuk produsen chip di Korea Selatan, juga ikut mengalami tekanan.

Penurunan ini dipengaruhi oleh valuasi yang sudah tinggi serta meningkatnya risiko akibat ketegangan geopolitik di kawasan.

Meski demikian, para analis menilai penurunan ini hanya bersifat teknis dan jangka pendek.

Fundamental emas dan sektor pertahanan dinilai masih kuat dan memiliki prospek positif dalam jangka panjang.

Di sisi lain, sektor energi justru dinilai memiliki potensi menarik.

Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 25 Maret 2025: Naik atau Turun? Antam di Logam Mulia Menguat

Kenaikan harga minyak akibat ketegangan di kawasan Selat Hormuz belum sepenuhnya tercermin pada harga saham perusahaan energi.

Secara keseluruhan, pergerakan pasar dalam situasi krisis tidak selalu berjalan sesuai logika umum.

Investor sering kali menjual aset terbaik mereka untuk mendapatkan dana segar dalam waktu cepat, sehingga memicu penurunan harga sementara yang tidak mencerminkan kondisi fundamental sebenarnya.

Baca juga: Harga Emas Antam Naik Tipis pada 25 Maret 2026, Ini Rinciannya

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved