Berita Internasional
Hacker Iran Bobol Email Direktur FBI, Foto Pribadi Bocor ke Medsos
Kelompok hacker Handala Hack Team yang diduga terkait intelijen Iran berhasil membobol email pribadi Direktur FBI, Kash Patel.
Ringkasan Berita:
- Kelompok hacker Handala Hack Team yang diduga terkait intelijen Iran berhasil membobol email pribadi Direktur FBI, Kash Patel.
- Sebagai bukti, mereka menyebarkan foto-foto pribadi Patel serta lebih dari 300 email lama dari periode 2010–2019.
- FBI mengonfirmasi peretasan ini, menyebut data yang bocor bersifat historis, namun insiden tetap memicu kekhawatiran di tengah meningkatnya perang siber terkait konflik Timur Tengah.
Kelompok hacker Handala Hack Team yang diduga terkait intelijen Iran berhasil membobol email pribadi Direktur FBI, Kash Patel.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC - Kasus peretasan email pribadi Direktur FBI, Kash Patel, kembali menyoroti eskalasi perang siber yang melibatkan Iran.
Kelompok hacker bernama Handala Hack Team, yang diduga memiliki kaitan dengan intelijen Iran, mengumumkan pada Jumat (27/3/2026), bahwa mereka berhasil membobol akun Gmail pribadi Patel.
Sebagai bukti, mereka mempublikasikan sejumlah foto pribadi, mulai dari Patel sedang menghisap cerutu, berpose dengan mobil antik, hingga selfie dengan minuman beralkohol.
Selain itu, lebih dari 300 email lama dari periode 2010–2019 juga ikut dibocorkan.
FBI melalui Juru Bicara Ben Williamson mengonfirmasi adanya peretasan tersebut.
Ia menekankan bahwa langkah mitigasi segera dilakukan dan data yang bocor bersifat historis, tidak terkait informasi sensitif pemerintah.
Baca juga: Hacker Iran Retas Puluhan CCTV di Israel untuk Aksi Spionase
Meski begitu, kebocoran ini tetap menimbulkan kekhawatiran karena menyasar pejabat tinggi lembaga keamanan Amerika Serikat.
Data yang dirilis juga cocok dengan catatan kebocoran sebelumnya yang terdeteksi oleh firma intelijen dark web District 4 Labs.
Handala Hack Team dikenal sebagai kelompok peretas yang kerap mengklaim diri sebagai aktivis pro-Palestina.
Namun banyak analis menilai mereka bagian dari operasi siber Iran.
Sebelum menyasar Patel, kelompok ini pernah meretas perusahaan perangkat medis Stryker di Michigan dan membocorkan data karyawan Lockheed Martin di Timur Tengah.
Gil Messing, kepala staf perusahaan keamanan siber Check Point, menilai aksi ini sebagai strategi Iran untuk mempermalukan pejabat AS dan menunjukkan kerentanan mereka.
Peretasan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.
Baca juga: Rp 19 Miliar Dana Bank Jambi yang Dicuri Hacker Terdeteksi Mengalir ke Kripto, Kerugian Rp143 Miliar
| AS Sesumbar Kawal Kapal Lintasi Selat Hormuz, Iran Beri Peringatan Keras |
|
|---|
| Harga Minyak Tak Bergeming, Rencana Proyek Kebebasan Trump Tak Mempan? |
|
|---|
| Panas dengan Jerman, Trump Putuskan Tarik Ribuan Pasukan AS dari Eropa |
|
|---|
| Update Perang Iran Hari ke-64: Trump Tolak Proposal Iran, Ancaman Konflik Berkepanjangan Menguat |
|
|---|
| Ini Deretan Tokoh Penting di Pemerintahan Iran, Hegemoni IRGC Menguat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilustrasi-serangan-hacker-di-kota-besar.jpg)