Selasa, 9 Juni 2026

AS dan Israel Serang Iran

Trump Kesal ke Sekutu, NATO Disebut Tak Lakukan Apa pun Hadapi Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meluapkan kekecewaannya terhadap sekutu-sekutu Barat. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/MEDSOS
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa 49 pemimpin Iran telah tewas dalam serangan awal yang dilancarkan Washington. 

SERAMBINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meluapkan kekecewaannya terhadap sekutu-sekutu Barat. 

Ia menilai aliansi militer NATO tidak memberikan kontribusi berarti dalam menghadapi konflik dengan Iran.

Dalam pernyataannya pada Kamis, Trump menyebut negara-negara sekutu “sama sekali tidak melakukan apa pun” untuk membantu menghadapi Iran, yang ia gambarkan sebagai negara yang kini “hancur secara militer”.

“AS tidak membutuhkan apa pun dari NATO, namun kami tidak akan pernah melupakan momen yang sangat penting ini,” tulis Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social.

Baca juga: Iran Klaim Serang Lokasi Persembunyiaan Pasukan AS di Dubai

Pernyataan keras itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Dalam beberapa hari terakhir, Trump mendesak berbagai pihak—baik sekutu maupun rival seperti China—untuk membantu mengamankan Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak paling vital di dunia. 

Gangguan di wilayah tersebut telah memicu lonjakan harga minyak global.

Namun, seruan itu tidak sepenuhnya mendapat respons positif. Sejumlah negara Eropa justru menolak terlibat lebih jauh. 

Mereka menilai konflik dengan Iran merupakan perang yang dipicu oleh kebijakan Washington sendiri tanpa konsultasi dengan sekutu.

Trump pun kembali menegaskan sikap lamanya terhadap NATO. Ia menyebut respons aliansi tersebut sebagai “kesalahan yang sangat bodoh”. 

Meski demikian, Trump mengatakan saat ini belum ada rencana untuk menarik Amerika Serikat keluar dari NATO, meski opsi tersebut “layak dipertimbangkan”.

Diketahui, sejak lama Trump kerap mengkritik NATO. Bahkan pada masa jabatan pertamanya, ia dilaporkan pernah secara terbuka mempertimbangkan kemungkinan menarik AS dari aliansi pertahanan Barat tersebut.

Pasukan Iran Siapkan “Medan Jebakan” di Pulau Kharg, AS Dihadapkan Risiko Invasi Mematikan

Ketegangan di Timur Tengah kian memanas. Laporan terbaru mengungkap bahwa Iran telah mengubah Pulau Kharg—pusat vital energi nasionalnya—menjadi benteng pertahanan sekaligus “medan jebakan” untuk menghadapi kemungkinan invasi darat Amerika Serikat.

Mengutip laporan CNN, koresponden Pentagon Natasha Bertrand menyebut dalam beberapa pekan terakhir Iran secara signifikan meningkatkan kekuatan militernya di pulau strategis tersebut. Penambahan pasukan, penguatan sistem pertahanan udara, hingga pemasangan berbagai jebakan tempur disebut telah dilakukan berdasarkan laporan intelijen Amerika.

Pulau Kharg bukan sekadar wilayah biasa. Letaknya yang strategis dan perannya sebagai salah satu pusat produksi energi terpenting Iran menjadikannya target bernilai tinggi dalam konflik. Namun, kondisi di lapangan justru membuat potensi operasi militer AS dinilai sangat berisiko.

Sejumlah sekutu Amerika di kawasan Teluk bahkan telah memperingatkan bahwa invasi ke Pulau Kharg dapat menimbulkan korban besar di pihak AS. Mereka mendesak agar rencana tersebut dipertimbangkan ulang mengingat kompleksitas medan tempur yang telah disiapkan Iran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved