Jumat, 24 April 2026

PP Tunas Berlaku, Orangtua Nilai Pembatasan Medsos Anak Efektif, Tapi Terkendala Lingkungan

Penerapan PP Tunas mendapat dukungan dari orangtua karena dinilai mampu mengurangi dampak negatif penggunaan gawai pada anak. 

Editor: Mursal Ismail
Chat GPT
ILUSTRASI - Foto ilustrasi PP Tunas berlaku, orangtua nilai pembatasan medsos anak efektif, tapi terkendala lingkungan. Ilustrasi ini dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau AI Chat GPT, Sabtu (28/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • PP Tunas mulai berlaku dan didukung orangtua sebagai upaya membatasi akses media sosial bagi anak.
  • Orangtua telah menerapkan pembatasan penggunaan gawai, termasuk waktu bermain dan jenis konten yang diakses.
  • Tantangan utama berasal dari lingkungan yang kurang terkontrol, sehingga anak tetap perlu pendampingan dan aktivitas alternatif.

SERAMBINEWS.COM - Penerapan PP Tunas mendapat dukungan dari orangtua karena dinilai mampu mengurangi dampak negatif penggunaan gawai pada anak

Namun, efektivitasnya masih dipengaruhi faktor lingkungan dan pengawasan di luar rumah.

Seperti diketahui, PP Tunas (Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak) mulai berlaku pada Sabtu (28/3/2026) dan mendapat dukungan dari sejumlah orangtua, termasuk warga Cilincing, Jakarta Utara.

Salah satunya, Syamsudin (38), yang menilai pembatasan akses media sosial bagi anak efektif untuk mengurangi dampak negatif penggunaan gawai.

Namun, ia mengakui faktor lingkungan masih menjadi tantangan dalam penerapannya.

“Menurut saya berguna dan sangat baik untuk meminimalisir dampak buruk dari media sosial,” katanya kepada Kompas.com saat ditemui di kawasan Ancol, Sabtu (28/3/2026).

Baca juga: Jarak Kerja di Bawah 5 Km, ASN Sumenep Diimbau Jalan Kaki atau Bersepeda

Syamsudin mengaku telah lebih dulu menerapkan pembatasan penggunaan gawai kepada anaknya sebelum aturan pemerintah diberlakukan.

"Anak-anak boleh bermain handphone di hari libur seperti Sabtu dan Minggu dengan dua jam bermain,” ujarnya.

Selain membatasi waktu, ia juga mengontrol jenis konten yang diakses anak. "Iya (konten untuk anak dibatasi), sebenarnya lebih ke pembatasan game dan yang dilihat di medsos," jelasnya.

Ia menambahkan, dirinya tidak pernah memberikan akses akun media sosial pribadi kepada anak sebagai bentuk pengawasan.

Syamsudin mengakui masih ada kendala dalam mengarahkan anak agar tidak selalu menggunakan gadget.

"Anak-anak sifatnya masih belum memahami dunia luas, jadi tetap perlu dibimbing," ucapnya.

Baca juga: Penggunaan Anggaran TKD Melalui Pergub, tak Perlu Pembahasan Ulang di DPRA

Ia juga menyoroti faktor lingkungan tempat tinggal yang dinilai belum sepenuhnya mendukung aktivitas anak di luar rumah.

“Lingkungan sekitar saya enggak terkontrol dan terlalu bebas, jadi kurang mendukung untuk anak,” ungkapnya.

Karena itu, ia lebih memilih mengarahkan anak untuk melakukan aktivitas lain yang lebih positif. “Anak-anak mendingan belajar atau sekalian ajak berlibur,” tambahnya. (*)

Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/03/28/15580501/aturan-pembatasan-medsos-anak-dinilai-efektif-tapi-lingkungan-jadi

 

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved