AS dan Israel Serang Iran
Hadapi Invasi AS, Iran Aktifkan Pasukan Elite NOHED 65 dan Saberin, Unit Pembunuh Rahasia
Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru. Di tengah meningkatnya wacana eskalasi darat oleh Amerika Serikat, Iran dilaporkan tengah
SERAMBINEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru. Di tengah meningkatnya wacana eskalasi darat oleh Amerika Serikat, Iran dilaporkan tengah menyiapkan kartu trufnya: pasukan elit operasi khusus yang dirancang untuk perang terselubung lintas wilayah.
Laporan media Iran dan Arab pada 26 Maret menyebut Teheran telah mengaktifkan dua unit paling mematikan mereka, Brigade Pasukan Khusus Lintas Udara ke-65 (NOHED 65) dan Brigade Saberin dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Keduanya diposisikan sebagai ujung tombak jika konflik bergeser dari serangan udara menjadi konfrontasi darat terbuka.
Langkah ini muncul saat Washington mempertimbangkan keterlibatan militer darat yang lebih dalam.
Penempatan pasukan AS dari Divisi Lintas Udara ke-82, ditambah pembahasan pengiriman hingga 10.000 tentara tambahan, memperkuat sinyal bahwa konflik bisa meluas.
Menanggapi itu, Teheran tampaknya tidak memilih jalur perang konvensional. Sebaliknya, strategi yang disiapkan berfokus pada infiltrasi, operasi rahasia, dan peperangan asimetris—menghindari benturan langsung di medan tempur terbuka.
Baca juga: AS Hujani Iran dengan 850 Rudal Tomahawk Sejak Awal Perang, Pentagon Khawatir Stok Menipis
Media regional menyebut, jika pasukan AS benar-benar masuk ke daratan Iran, respons Iran akan “cepat, keras, dan menyakitkan,” dengan target yang bisa meluas hingga aset dan personel AS di berbagai titik kawasan.
Skenario Perang Darat: Dari Garis Depan ke Multi-Front
Situasi ini semakin kompleks dengan laporan bahwa Pulau Kharg—pusat vital ekspor minyak Iran—menjadi salah satu target strategis potensial. Jika diserang, dampaknya bukan hanya ekonomi, tetapi juga membuka risiko besar bagi pasukan AS yang harus menghadapi serangan balasan berupa rudal, drone, hingga ancaman laut.
Dalam konteks ini, kemunculan NOHED dan Saberin bukan sekadar simbol kekuatan, melainkan indikasi perubahan strategi besar: memperluas medan perang ke berbagai front, menciptakan konflik yang tersebar, dinamis, dan sulit diprediksi.
NOHED 65: Komando Bayangan Veteran
NOHED 65 adalah salah satu unit paling berpengalaman dalam militer Iran. Dibentuk sejak 1959, pasukan ini dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam misi pengintaian, kontra-terorisme, penyelamatan sandera, hingga operasi di belakang garis musuh.
Dengan pelatihan lintas medan—dari gurun hingga perkotaan—NOHED dirancang untuk fleksibel dan presisi. Mereka pernah terlibat dalam berbagai konflik besar, termasuk Perang Iran–Irak, dan dikenal menggabungkan teknik Barat dengan doktrin perang asimetris khas Iran.
Jika perang darat pecah, NOHED diperkirakan akan menjadi ujung tombak operasi infiltrasi dan serangan presisi berisiko tinggi.
Saberin: Pasukan Cepat IRGC untuk Perang Tak Konvensional
Di sisi lain, Saberin merupakan unit elit IRGC yang lebih muda namun tak kalah mematikan.
Dibentuk pada awal 2000-an, pasukan ini difokuskan pada perang non-konvensional: gerilya, kontra pemberontakan, hingga operasi lintas batas.(*)
Saberin dikenal dengan mobilitas tinggi dan kemampuan merespons cepat terhadap ancaman. Mereka aktif baik di dalam negeri maupun operasi regional, dengan pelatihan intensif dalam infiltrasi dan serangan cepat.
Dalam skenario konflik dengan AS, Saberin diperkirakan akan memainkan peran utama dalam operasi gerilya dan serangan lintas wilayah.
Menuju Konflik Tanpa Garis Depan Jelas
Penempatan dua unit elit ini menunjukkan arah baru strategi Iran. Bukan perang terbuka dengan garis depan jelas, melainkan konflik yang menyebar, bergerak cepat, dan penuh ketidakpastian.
| AS Hujani Iran dengan 850 Rudal Tomahawk Sejak Awal Perang, Pentagon Khawatir Stok Menipis |
|
|---|
| Ukraina Tawarkan Senjata Hemat Lawan Drone Iran ke Negara Teluk, Qatar Jadi Pionir |
|
|---|
| 10 ‘Bendera Merah’ Jenderal Zamir: Militer Israel di Ambang Runtuh |
|
|---|
| Iran Sembunyikan Rudal dan Drone di Perut Gunung Berlapis Granit, Bikin AS–Israel Frustrasi |
|
|---|
| Trump Kesal ke Sekutu, NATO Disebut Tak Lakukan Apa pun Hadapi Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/iran-iojkl.jpg)