Berita Internasional
Iran Ultimatum Negara Sekitar, Risiko Perang Besar Mengintai?
Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak membiarkan wilayah mereka
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Iran Ultimatum Negara Sekitar, Risiko Perang Besar Mengintai?
SERAMBINEWS.COM- Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak membiarkan wilayah mereka digunakan oleh pihak luar untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Peringatan ini disampaikan di tengah konflik yang terus memanas antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Dilansir melalui kantor berita Aljazeera (29/3/2026), dalam pernyataannya, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan memulai serangan lebih dulu, namun akan memberikan balasan keras jika infrastruktur atau pusat ekonomi negaranya menjadi target.
Ia juga mengimbau negara-negara di kawasan untuk menjaga stabilitas dan tidak terlibat dalam konflik dengan memberikan akses kepada pihak asing.
Baca juga: AS Hujani Iran dengan 850 Rudal Tomahawk Sejak Awal Perang, Pentagon Khawatir Stok Menipis
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga telah menyampaikan pesan serupa, meminta negara-negara di sekitar Iran untuk menjaga jarak dari Amerika Serikat.
Konflik ini bermula sejak serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Sejak saat itu, situasi terus memburuk dengan aksi saling serang yang meluas ke berbagai negara di kawasan Teluk.
Di Kuwait, bandara internasional dilaporkan menjadi target serangan drone yang merusak sistem radar, meskipun tidak menimbulkan korban jiwa.
Sementara di Abu Dhabi, serangan udara menyebabkan kerusakan fasilitas di kawasan industri dekat Pelabuhan Khalifa dan melukai beberapa orang.
Baca juga: Ukraina Tawarkan Senjata Hemat Lawan Drone Iran ke Negara Teluk, Qatar Jadi Pionir
Militer Iran juga mengklaim telah menargetkan fasilitas yang disebut sebagai depot sistem anti-drone milik Ukraina di Dubai, meskipun klaim ini dibantah oleh pihak Ukraina.
Serangan lain terjadi di Salalah, di mana drone menghantam area pelabuhan dan menyebabkan kerusakan serta korban luka.
Perusahaan pelayaran global Maersk bahkan menghentikan operasional di pelabuhan tersebut selama 48 jam akibat situasi keamanan.
Ketegangan juga terasa di Bahrain, di mana sirene peringatan serangan dibunyikan untuk mengantisipasi ancaman udara.
Di Arab Saudi, sistem pertahanan udara dilaporkan berhasil mencegat rudal balistik dan drone yang masuk ke wilayahnya.
| Netanyahu Ngaku Sempat Idap Kanker Prostat Stadium Awal, Kini Klaim Pulih Total |
|
|---|
| Prajurit TNI Praka Rico Gugur Usai Sebulan Dirawat, Indonesia Sebut Serangan Israel Kejahatan Perang |
|
|---|
| Trump Ancam Inggris dengan Tarif Tinggi, Sengketa Pajak Digital Picu Ketegangan Dagang AS-Inggris |
|
|---|
| Trans Continent Bahas Dagang Aceh-Turkey |
|
|---|
| Ismail Rasyid Bahas Peluang Konektivitas Aceh-Malaysia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Trump-ingin-damai-dengan-iran.jpg)