Jumat, 24 April 2026

Berita Nasional

Prajurit Kodam IM Gugur Ditembak Zionis

Korban berasal dari Yonif 113/Jaya Sakti (JS) Brigade Infanteri (Brigif) 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda (IM) Aceh.

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI INDONESIA EDISI 20260331 
Ringkasan Berita:
  • 1 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur saat sedang bertugas dalam kontingen United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL)
  • Korban berasal dari Yonif 113/Jaya Sakti (JS) Brigade Infanteri (Brigif) 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda (IM) Aceh. Sementara itu, tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka
  • Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Serangan tentara Israel membuat 1 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur saat sedang bertugas dalam kontingen United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Minggu (29/3/2026). Korban berasal dari Yonif 113/Jaya Sakti (JS) Brigade Infanteri (Brigif) 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda (IM) Aceh. Sementara itu, tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka.

"Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut menimpa Prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL," kata Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Narsullah, Senin (30/3/2026).

Prajurit yang gugur tersebut bernama Praka Farizal Rhomadhon, yang menjabat Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS. Dia meninggalkan seorang istri dan anak yang berusia 2 tahun.

Serangan akibat eskalasi antara militer Israel (IDF) dan Hizbullah itu terjadi pada Minggu (29/3/2026) di markas UNIFIL di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan. Serangan itu juga menyebabkan 3 anggota TNI lain terluka. "Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," ujarnya.

Kedua prajurit yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL. Sementara itu, Praka Rico telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Sementara itu, jasad Praka Farizal disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut.

"Seiring dengan peningkatan eskalasi di Lebanon, TNI telah mengambil langkah-langkah peningkatan kewaspadaan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL. Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL," katanya.

Dia mengatakan, TNI berkomitmen untuk melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara profesional dan penuh tanggung jawab, dengan tetap mengutamakan keselamatan Prajurit. TNI juga terus memonitor perkembangan situasi di lapangan serta menyiapkan langkah-langkah kontingensi sesuai dinamika di Daerah Penugasan Lebanon.

RI kutuk keras serangan Israel

"Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui akun X @Kemlu_RI, Senin (30/3/2026).

Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan belasungkawa terdalam atas meninggalnya anggota TNI yang tergabung dalam UNIFIL. RI menegaskan kecaman atas serangan Israel ke Lebanon.

"Indonesia menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur, serta kembali ke dialog dan diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memajukan perdamaian," tegas Kemlu.(dtc)

Korban Kebiadaban Zionis

Mininggal dunia:

  • Nama: Praka Farizal Rhomadhon
  • Jabatan: Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/Jaya Sakti
  • Satuan: Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda (Aceh)

Luka Berat:

  • Nama: Praka Rico Pramudia

Luka Ringan:

  • Praka Bayu Prakoso
  • Praka Arif Kurniawan

Jejak Pengabdian Farizal

Praka Farizal Rhomadhon merupakan seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari satuan Batalyon Infanteri (Yonif) 113/Jaya Sakti, di bawah naungan Brigif 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda. 

Dalam perjalanan karier militernya, ia terakhir menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima, posisi jabatan operasional untuk menjaga disiplin dan tata tertib di lingkungan Kompi Markas satuan Yonif. 

Lahir di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 3 Januari 1998, Praka Farizal tumbuh menjadi sosok prajurit muda yang berdedikasi.  Ia tercatat pernah menerima tanda kehormatan berupa Satyalancana Dharma Nusa (SL Dharma Nusa) serta Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun.

Bintang Jasa itu sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas, disiplin, dan pengabdian tanpa cacat dalam menjalankan tugas sebagai prajurit TNI.

Semangat pengabdian itu membawanya mendapat kepercayaan menjalankan misi internasional sebagai penjaga perdamaian dunia. Pada April 2025, ia ditugaskan dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tergabung dalam pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. 

Penugasan tersebut menjadi bentuk kehormatan sekaligus tanggung jawab besar sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.

Praka Ferizal menjadi Anggota Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL. Namun, pengabdian itu harus berakhir tragis. 

Praka Farizal Rhomadhon meninggal dunia pada usia 28 tahun akibat serangan militer Israel di Lebanon yang mengenai kontingen Indonesia di dekat wilayah Adchit Al Qusayr. Kepergiannya menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi TNI dan bangsa Indonesia.

Di balik tugasnya sebagai prajurit, Praka Farizal adalah seorang suami dan ayah yang penuh kasih. 

Ia menikah dengan Fafa Nur Azila pada 4 Juli 2023, dan dari pernikahan tersebut dikaruniai seorang putri bernama Shanaya Almahyra Elshanu yang lahir pada 6 Mei 2024. 

Keluarga kecilnya selama ini tinggal di Asrama Militer Kima Yonif 113/Jaya Sakti di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Kepergian Praka Farizal meninggalkan luka mendalam bagi istri dan anaknya yang masih kecil.  Namun, dedikasi dan pengorbanannya sebagai prajurit penjaga perdamaian akan selalu dikenang sebagai bagian dari pengabdian terbaik untuk bangsa dan dunia.(ar)

Data Diri

  • Nama : Farizal Rhomadhon
  • Lahir: Kulon Progo, 3 Januari 199
  • Agama : Islam
  • Pangkat: Praka
  • Jabatan: Taban Provost 1 Ru Provost Kima
  • Kesatuan : Yonif 113/JS Brigif 25/Suwah Dam IM

Keluarga yang ditinggalkan:

  • Istri: Fafa Nur Azila
  • Pekerjaan: Ibu rumah tangga
  • Alamat: Asmil Kima Yonif 113/JS, Kec. Juli, Bireuen
  • Anak: Shanaya Almahyra Elshanu, 2 Tahun

Kenangan Terakhir

Duka mendalam menyelimuti keluarga Praka Farizal Rhomadhon. Di balik kabar duka tersebut, tersimpan kisah haru dari sang istri, Fafa Nur Azila. Azila (25) diketahui sempat meninggalkan komentar terakhir di akun media sosial milik suaminya. 

Dalam unggahan Instagram Praka Farizal (@farizalrmdn17) pada 17 Januari 2026, ia menuliskan satu kata sederhana, “Suamii”, disertai tanda cinta atau love berwarna merah. Komentar tersebut dibalas oleh Praka Farizal Rhomadhon dengan dua emotikon hati merah. 

Interaksi singkat itu kini menjadi kenangan terakhir yang mengundang haru, mencerminkan kedekatan pasangan muda tersebut. Tak hanya itu, dalam unggahan terakhir Azila saat mengajak anak mereka bermain di sebuah pusat permainan pada 28 Maret 2026 di Bireuen, sehari sebelum peristiwa tragis terjadi, Praka Farizal juga sempat meninggalkan komentar singkat.

“Nayol,” tulisnya yang dibarengi emotikon wajah dengan senyum lebar dan mata berbentuk love merah.

Emotikon itu melambangkan rasa cinta, kekaguman, atau ketertarikan kuat terhadap sang buah hati.

Komentar sederhana itu kini menjadi pesan terakhir yang ditinggalkan, memperlihatkan kehangatan hubungan keluarga kecil tersebut di tengah jarak dan tugas negara.

Praka Farizal meninggal dunia setelah terkena proyektil dari serangan militer Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang menghantam salah satu pos kontingen Indonesia pada Minggu (29/3/2026). 

Berdasarkan keterangan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), proyektil tersebut meledak di dekat Desa Adchit al Qusayr, Lebanon selatan.(ar)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved