Minggu, 3 Mei 2026

Kapten Zulmi Aditya, Sertu Muhammad Nur, dan Praka Farizal Gugur di Lebanon

Pihak UNIFIL menyatakan tengah melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kedua insiden tersebut.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Faisal Zamzami
Instagram/ig @tni_angkatan_darat
Tiga prajurit TNI yang gugur dalam serangan artileri saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya, Sertu M. Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Kepergian mereka meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, TNI, dan masyarakat Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur dalam dua insiden terpisah di Lebanon Selatan pada 29–30 Maret 2026.
  • Dua korban terbaru adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan yang gugur pada Senin (30/3/2026). 
  • Keduanya menjadi korban ledakan saat menjalankan tugas pengawalan konvoi logistik.

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA — Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur dalam dua insiden terpisah di Lebanon Selatan pada 29–30 Maret 2026.

Dua korban terbaru adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan yang gugur pada Senin (30/3/2026). 

Keduanya menjadi korban ledakan saat menjalankan tugas pengawalan konvoi logistik.

Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan, insiden terjadi ketika Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL mengawal konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dari United Nations Post (UNP) 7-2 menuju UNP 7-1. Dalam perjalanan, kendaraan yang ditumpangi prajurit TNI mengalami ledakan.

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, yang mengakibatkan gugurnya dua prajurit TNI,” ujar Aulia dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).

Selain dua korban jiwa, dua prajurit lainnya mengalami luka-luka, yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.

Keduanya telah dievakuasi dan mendapat perawatan di Rumah Sakit St. George, Beirut.

Insiden ini terjadi sehari setelah peristiwa sebelumnya pada Minggu (29/3/2026), yang juga menewaskan satu prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon.

Ia gugur akibat proyektil yang menghantam pos penjagaan UNIFIL di dekat Desa Adchit al Qusayr, wilayah yang berada di zona rawan konflik perbatasan Lebanon–Israel.

Dalam kejadian tersebut, tiga prajurit lainnya mengalami luka-luka, yaitu Praka Rico Pramudia (luka berat), serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan (luka ringan).

Pihak UNIFIL menyatakan tengah melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kedua insiden tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyebut dugaan awal menunjukkan bahwa dua prajurit yang gugur pada 30 Maret terkena ranjau dan serangan bersenjata saat proses evakuasi.

“Ini duka mendalam, karena prajurit kita bertugas dalam misi perdamaian, bukan untuk berperang,” ujarnya.

Dave juga mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penempatan pasukan TNI di wilayah konflik tersebut.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved