Minggu, 26 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Iran Belum Terkalahkan, Kekuatan Militernya Disebut Masih Canggih

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas, namun di tengah klaim Amerika Serikat yang meremehkan

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/IRANIAN DEFENCE MINISTRY
Dua foto memperlihatkan rudal balistik Ghassem Soleimani, sebelum dan sesudah diluncurkan di sebuah lokasi tak diketahui di Iran, Kamis (20/8/2020). 

Ringkasan Berita:
  • Dalam wawancaranya dengan Al Jazeera, Krieg menepis narasi bahwa Iran telah kehilangan kemampuan tempurnya. 
  • Ia menegaskan bahwa Teheran masih mampu melancarkan serangan jarak jauh, termasuk ke kawasan Teluk hingga wilayah Israel.

 

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas, namun di tengah klaim Amerika Serikat yang meremehkan kekuatan Teheran, seorang analis menegaskan bahwa kemampuan militer Iran masih jauh dari kata lumpuh.

Andreas Krieg dari King's College London Kamis seperti dilansir Al Jazeera menyebut bahwa kekuatan militer Iran yang tersisa tetap “cukup signifikan” dan bahkan masih menyimpan sejumlah persenjataan paling canggih.

Dalam wawancaranya dengan Al Jazeera, Krieg menepis narasi bahwa Iran telah kehilangan kemampuan tempurnya. 

Ia menegaskan bahwa Teheran masih mampu melancarkan serangan jarak jauh, termasuk ke kawasan Teluk hingga wilayah Israel.

Trump Geram Sekutu Tak Dukung Perang Lawan Iran, Pertimbangkan Tarik AS dari NATO

“Kita belum berada pada situasi di mana Iran tidak mampu menembakkan proyektil ke Teluk, bahkan hingga ke Israel,” ujarnya.

Lebih jauh, Krieg menilai bahwa dalam beberapa aspek, kemampuan serangan Iran justru mengalami peningkatan. 

Ia menyoroti bahwa melemahnya sistem pertahanan di kawasan tertentu dapat membuat serangan Iran menjadi lebih presisi dalam mencapai target.

Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada jalur vital energi dunia, Selat Hormuz. 

Krieg menekankan bahwa negara-negara Eropa, termasuk Inggris, mulai meragukan posisi Amerika Serikat sebagai mitra keamanan yang sepenuhnya dapat diandalkan di kawasan tersebut.

Menurutnya, tidak ada solusi militer yang efektif untuk mengamankan jalur strategis itu jika terjadi eskalasi besar.

“Tidak ada cara militer untuk memaksa gerbang ini tetap terbuka,” kata Krieg. 

“Setiap solusi harus bersifat diplomatis  dengan atau tanpa Amerika.”

Pernyataan ini menambah lapisan baru dalam dinamika konflik, menunjukkan bahwa selain kekuatan militer, jalur diplomasi kini menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas kawasan yang semakin rapuh.

Trump Ancam Musnahkan Iran Kembali ke Zaman Batu, Serangan Rudal Besar-besaran Hantam Tel Aviv

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved