Rabu, 8 April 2026

Konflik Israel vs Iran

Update Hari ke-36 Perang Iran, Dua Jet Tempur AS Diklaim Jatuh dan Pilot Masih Hilang

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran terus menunjukkan eskalasi signifikan memasuki hari ke-36 sejak

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Mursal Ismail
Google Maps
Selat Bab al-Mandab di perairan Yaman dan Selat Hormuz di perairan Iran merupakan jalur pelayanan vital bagi dunia. 

Update Hari ke-36 Perang Iran: Dua Jet Tempur AS Diklaim Jatuh dan Pilot Masih Hilang

SERAMBINEWS.COM – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran terus menunjukkan eskalasi signifikan memasuki hari ke-36 sejak serangan dimulai pada 28 Februari 2026.

Situasi terbaru diwarnai klaim dari pihak Iran yang menyatakan telah berhasil menembak jatuh dua pesawat tempur milik Amerika Serikat, menandai peningkatan serius dalam intensitas perang.

Dilansir Serambinews melalui kantor berita Aljazeera (2/4/2026), dua pesawat yang dimaksud adalah jet tempur F-15E Strike Eagle yang jatuh di wilayah provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, serta pesawat A-10 Warthog yang dilaporkan jatuh di perairan Teluk Persia.

Dalam insiden tersebut, dua awak pesawat berhasil diselamatkan, sementara satu pilot lainnya masih dinyatakan hilang dan tengah dalam proses pencarian oleh militer AS.

Baca juga: Selat Hormuz Jadi Kunci Konflik Iran vs AS, Jalur Minyak Dunia Diperebutkan, Ini Kata Pengamat

Operasi pencarian dan penyelamatan juga menghadapi risiko tinggi, setelah sebuah helikopter Black Hawk yang terlibat dalam misi tersebut dilaporkan sempat terkena tembakan dari pihak Iran, meski masih dapat melanjutkan operasinya.

Pihak Iran mengklaim keberhasilan ini sebagai bukti bahwa sistem pertahanan udara mereka masih efektif, meskipun sebelumnya Amerika Serikat menyatakan telah melumpuhkan sebagian besar kemampuan militer Teheran.

Di dalam negeri Iran, warga dilaporkan turun ke jalan di ibu kota Teheran untuk merayakan keberhasilan tersebut, yang dianggap sebagai kemenangan penting melawan kekuatan militer AS dan Israel.

Sementara itu, korban akibat perang terus meningkat.

Otoritas Iran melaporkan sedikitnya 2.076 orang tewas dan lebih dari 26.500 lainnya mengalami luka-luka sejak konflik dimulai.

Baca juga: 53 Rentetan Serangan Militer Iran dan Sekutu di Hari ke-35: Tempat Rahasia AS Dibombardir IRGC

Di sisi diplomasi, upaya untuk meredakan konflik belum menunjukkan hasil.

Iran dilaporkan menolak proposal gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan oleh Amerika Serikat, sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuduh Washington tidak tulus dalam upaya diplomasi dan justru terus meningkatkan serangan.

Ketegangan juga meluas ke kawasan Teluk.

Serangan dan pencegatan drone serta rudal dilaporkan terjadi di sejumlah negara seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain, menyebabkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur.

Di Israel, serangan rudal dari Iran memicu kebakaran di wilayah selatan, sementara dampak ekonomi akibat konflik yang meluas ke Gaza dan Lebanon diperkirakan telah mencapai ratusan miliar dolar.

Baca juga: Skenario Akhir Trump: Tumpulnya Strategi Bisnis Dalam Perang Iran

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved