Konflik Amerika vs Iran
UEA Balas Tekanan Serangan Iran, Ini Targetnya
Selain pembatasan perjalanan, otoritas UEA juga mulai menindak perusahaan-perusahaan cangkang milik Iran yang beroperasi di zona perdagangan bebas.
Ringkasan Berita:
- Uni Emirat Arab (UEA) mulai mengambil langkah balasan atas serangan udara yang dilancarkan Iran terhadap infrastruktur industrinya.
- Alih-alih melakukan serangan militer langsung, UEA memilih jalur ekonomi dengan memperketat akses bagi warga Iran.
- Kebijakan terbaru yang diumumkan melalui maskapai nasional seperti Emirates, Flydubai, dan Etihad Airways menyebutkan bahwa sebagian besar warga Iran kini dilarang memasuki atau transit di bandara-bandara UEA.
SERAMBINEWS.COM, ABU DHABI – Uni Emirat Arab (UEA) mulai mengambil langkah balasan atas serangan udara yang dilancarkan Iran terhadap infrastruktur industrinya.
Alih-alih melakukan serangan militer langsung, UEA memilih jalur ekonomi dengan memperketat akses bagi warga Iran.
Kebijakan terbaru yang diumumkan melalui maskapai nasional seperti Emirates, Flydubai, dan Etihad Airways menyebutkan bahwa sebagian besar warga Iran kini dilarang memasuki atau transit di bandara-bandara UEA.
Pengecualian hanya diberikan kepada pemegang visa residensi jangka panjang, profesional terampil, serta keluarga inti warga Emirat.
Langkah ini dinilai akan berdampak signifikan terhadap kelompok elite ekonomi dan kelas menengah atas Iran, terutama mereka yang memiliki hubungan dengan pemerintah di Teheran.
Selain pembatasan perjalanan, otoritas UEA juga mulai menindak perusahaan-perusahaan cangkang milik Iran yang beroperasi di zona perdagangan bebas.
Perusahaan tersebut diduga digunakan oleh Korps Garda Revolusi Iran untuk memperdagangkan minyak dan petrokimia secara tidak langsung ke pasar internasional, termasuk melalui perantara di Asia.
Baca juga: Israel akan Membom Jalur Kereta Api Trans-Iran 1.394 Km yang Menghubungkan Laut Kaspia–Teluk Persia
Selama ini, perusahaan-perusahaan tersebut menjadi jalur penting bagi Iran untuk memperoleh devisa asing, di tengah tekanan sanksi internasional yang kembali menguat sejak keluarnya Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir tahun 2015.
Meski berisiko secara politik, para analis menilai UEA memiliki kapasitas ekonomi yang cukup kuat untuk memutus hubungan dagang dengan Iran.
Hal ini didukung oleh posisi Dubai sebagai pusat bisnis utama di kawasan serta kekuatan finansial Abu Dhabi.
Langkah-langkah ini juga mencerminkan sikap tegas UEA yang masih berada dalam kerangka defensif.
Negara Teluk tersebut dilaporkan menjadi target sekitar setengah dari serangan rudal balistik dan drone Iran sejak konflik regional meningkat pada akhir Februari lalu.
Di tengah situasi tersebut, UEA terus melobi Amerika Serikat agar mengambil tindakan lebih tegas terhadap Iran, termasuk membuka kembali jalur strategis di Selat Hormuz yang sebelumnya diblokade.
Dengan kebijakan ini, UEA menunjukkan bahwa respons terhadap konflik tidak selalu dilakukan melalui kekuatan militer, tetapi juga dapat ditempuh melalui tekanan ekonomi yang terukur.
| Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Dilaporkan Tak Sadarkan Diri, Kondisinya Disebut Parah |
|
|---|
| Nasib Kapal Tanker RI di Selat Hormuz Belum Jelas, Dubes Iran: Perlu Komunikasi, Musuh Tak Diizinkan |
|
|---|
| Tolak Gencatan Senjata 45 Hari, Teheran Minta Perang Berakhir Total, Bukan Sekedar Dijeda |
|
|---|
| Iran Izinkan Kapal Malaysia Lewat Selat Hormuz Gratis, Nasib Indonesia Belum Jelas |
|
|---|
| Trump Ancam Lumpuhkan Infrastruktur Iran dalam 4 Jam Jika Selat Hormuz Tak Dibuka, Dunia Waspada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bendera-Iran-dikibarkan-di-antara-reruntuhan-gedung-di-Teheran.jpg)