Senin, 13 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Trump Kembali Ancam Iran: Seluruh Peradaban akan Mati Malam Ini

Dalam unggahan lain, Trump menyebut situasi ini sebagai salah satu momen paling penting dalam sejarah dunia.

|
Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/AI
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui bahwa faktor dendam pribadi turut memengaruhi keputusannya melancarkan serangan terhadap Iran.  

Ringkasan Berita:
  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran menjelang tenggat pembukaan Selat Hormuz.
  • Ancaman tersebut disampaikan melalui platform Truth Social, seperti dilaporkan Al Jazeera pada Selasa (7/4/2026).
  • Meski demikian, Trump mengaku tidak menginginkan skenario tersebut terjadi. Ia menyatakan bahwa dirinya menginginkan perubahan rezim di Iran.

 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran menjelang tenggat pembukaan Selat Hormuz.

Ancaman tersebut disampaikan melalui platform Truth Social, seperti dilaporkan Al Jazeera pada Selasa (7/4/2026).

“Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali,” tulis Trump dalam unggahannya.

Meski demikian, Trump mengaku tidak menginginkan skenario tersebut terjadi.

Ia menyatakan bahwa dirinya menginginkan perubahan rezim di Iran.

“Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi. Namun, jika ada perubahan rezim yang lengkap—dengan pemimpin yang lebih cerdas dan tidak radikal—sesuatu yang luar biasa bisa terjadi,” ujarnya.

Dalam unggahan lain, Trump menyebut situasi ini sebagai salah satu momen paling penting dalam sejarah dunia.

“Siapa tahu? Kita akan mengetahuinya malam ini. Salah satu momen terpenting dalam sejarah dunia yang panjang dan kompleks. Empat puluh tujuh tahun pemerasan, korupsi, dan kematian akhirnya akan berakhir. Tuhan memberkati rakyat Iran yang hebat!” tulisnya.

Baca juga: Pesawat “Kiamat” Trump Terbang di Atas Pusat Komando Perang Nuklir AS Jelang Ancaman Neraka di Iran

Sebelumnya, Trump memberikan ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.

Jika tidak dipatuhi, ia mengancam akan menyerang infrastruktur vital Iran.

“Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz dalam 48 jam, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dari yang terbesar,” tegas Trump.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis perdagangan minyak dunia.

 Iran menutup selat tersebut setelah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari.

Penutupan ini memicu kemarahan Trump, yang kemudian mengajak negara-negara lain untuk mendukung langkah Amerika Serikat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved