Konflik Amerika vs Iran
Trump Kembali Ancam Iran: Seluruh Peradaban akan Mati Malam Ini
Dalam unggahan lain, Trump menyebut situasi ini sebagai salah satu momen paling penting dalam sejarah dunia.
Ringkasan Berita:
- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran menjelang tenggat pembukaan Selat Hormuz.
- Ancaman tersebut disampaikan melalui platform Truth Social, seperti dilaporkan Al Jazeera pada Selasa (7/4/2026).
- Meski demikian, Trump mengaku tidak menginginkan skenario tersebut terjadi. Ia menyatakan bahwa dirinya menginginkan perubahan rezim di Iran.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran menjelang tenggat pembukaan Selat Hormuz.
Ancaman tersebut disampaikan melalui platform Truth Social, seperti dilaporkan Al Jazeera pada Selasa (7/4/2026).
“Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali,” tulis Trump dalam unggahannya.
Meski demikian, Trump mengaku tidak menginginkan skenario tersebut terjadi.
Ia menyatakan bahwa dirinya menginginkan perubahan rezim di Iran.
“Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi. Namun, jika ada perubahan rezim yang lengkap—dengan pemimpin yang lebih cerdas dan tidak radikal—sesuatu yang luar biasa bisa terjadi,” ujarnya.
Dalam unggahan lain, Trump menyebut situasi ini sebagai salah satu momen paling penting dalam sejarah dunia.
“Siapa tahu? Kita akan mengetahuinya malam ini. Salah satu momen terpenting dalam sejarah dunia yang panjang dan kompleks. Empat puluh tujuh tahun pemerasan, korupsi, dan kematian akhirnya akan berakhir. Tuhan memberkati rakyat Iran yang hebat!” tulisnya.
Baca juga: Pesawat “Kiamat” Trump Terbang di Atas Pusat Komando Perang Nuklir AS Jelang Ancaman Neraka di Iran
Sebelumnya, Trump memberikan ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.
Jika tidak dipatuhi, ia mengancam akan menyerang infrastruktur vital Iran.
“Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz dalam 48 jam, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dari yang terbesar,” tegas Trump.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis perdagangan minyak dunia.
Iran menutup selat tersebut setelah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari.
Penutupan ini memicu kemarahan Trump, yang kemudian mengajak negara-negara lain untuk mendukung langkah Amerika Serikat.
| Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata 45 Hari, Tegaskan Ingin Akhir Perang Permanen |
|
|---|
| UEA Balas Tekanan Serangan Iran, Ini Targetnya |
|
|---|
| Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Dilaporkan Tak Sadarkan Diri, Kondisinya Disebut Parah |
|
|---|
| Nasib Kapal Tanker RI di Selat Hormuz Belum Jelas, Dubes Iran: Perlu Komunikasi, Musuh Tak Diizinkan |
|
|---|
| Tolak Gencatan Senjata 45 Hari, Teheran Minta Perang Berakhir Total, Bukan Sekedar Dijeda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-mengakui-bahwa-faktor-dendam-pribadi-jadi-alasan-serang-iran.jpg)