Konflik Timur Tengah
AS Terima Tiga Proposal Berbeda Terkait Iran, Salah Satunya Ditulis Dalam ChatGPT
Vance menjelaskan bahwa proposal pertama dikirimkan kepada utusan khusus AS, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner, namun langsung ditolak.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
AS Terima Tiga Proposal Berbeda Terkait Iran, Salah Satunya Ditulis Dalam ChatGPT
SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat mengungkap adanya tiga proposal berbeda terkait upaya penyelesaian konflik dengan Iran, yang masing-masing berisi 10 poin dan memicu kebingungan dalam menentukan dasar negosiasi.
Wakil Presiden AS, JD Vance, menyampaikan bahwa proposal-proposal tersebut diterima oleh pemerintahan Presiden Donald Trump dari berbagai sumber, dengan kualitas dan kredibilitas yang berbeda.
Mengutip laporan TASS pada Selasa (8/4/2026), Vance menjelaskan bahwa proposal pertama dikirimkan kepada utusan khusus AS, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner, namun langsung ditolak.
"Usulan pertama dikirimkan kepada utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner, tetapi langsung ditolak. Kami pikir itu ditulis di ChatGPT,” katanya.
Ia menambahkan, proposal kedua dinilai lebih kredibel karena disusun berdasarkan komunikasi yang telah berlangsung antara AS dan Iran melalui jalur diplomatik di Pakistan.
Proposal ini juga terdiri dari 10 poin dan tengah dipertimbangkan oleh Presiden Trump sebagai dasar negosiasi resmi.
“Usulan kedua lebih masuk akal, berdasarkan apa yang telah dibahas AS dengan Iran melalui Pakistan. Ini juga merupakan usulan 10 poin yang dipertimbangkan Presiden Trump sebagai dasar negosiasi,” tambah Vance.
Sementara itu, proposal ketiga disebut hanya beredar di media sosial dan dinilai terlalu sarat tuntutan sepihak, sehingga sulit dijadikan pijakan dalam proses diplomasi.
“Usulan ketiga hanya muncul di media sosial dan sangat didasarkan pada tuntutan," kata Wakil Presiden AS itu.
Dalam keterangannya, Vance menggambarkan situasi gencatan senjata antara AS dan Iran sebagai “kesepakatan yang rapuh”.
Ia menegaskan bahwa Washington tidak pernah menyetujui memasukkan Lebanon dalam cakupan perjanjian tersebut, sekaligus menolak klaim Teheran yang menyebut negara itu tetap dilindungi oleh kesepakatan gencatan senjata.
Selain itu, Vance menekankan bahwa salah satu tuntutan utama pemerintahan Trump adalah agar Iran menyerahkan seluruh uranium yang telah diperkaya sebagai bagian dari kesepakatan.
"Itulah mengapa saya katakan ini adalah kesepakatan yang rapuh. Ada orang-orang yang jelas ingin duduk di meja perundingan dan bekerja sama dengan kami untuk mencapai kesepakatan yang baik, tetapi ada juga orang-orang yang memutarbalikkan kebenaran," kata Vance.
Lebih lanjut, media AS melaporkan bahwa Vance bersama Witkoff dan Kushner dijadwalkan melakukan kunjungan ke Pakistan pada akhir pekan ini untuk memulai perundingan langsung dengan delegasi Iran.
| Gemuruh Rudal Warnai Gencatan Senjata AS-Iran, Israel dan Teheran Masih Saling Gempur |
|
|---|
| Kepala Intelijen IRGC Iran Tewas, Israel Akui Dalang Dibalik Pembunuhan Mayor Jenderal Majid Khademi |
|
|---|
| 53 Rentetan Serangan Militer Iran dan Sekutu di Hari ke-35: Tempat Rahasia AS Dibombardir IRGC |
|
|---|
| Suriah Dibombardir! Israel Hantam Keras Damaskus, Istana Nyaris Kena |
|
|---|
| Pejuang Islam Irak Serang Pangkalan Militer AS, Tujuh Tentara Terluka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-mengakui-bahwa-faktor-dendam-pribadi-jadi-alasan-serang-iran.jpg)