Jumat, 24 April 2026

Konflik Timur Tengah

AS Terima Tiga Proposal Berbeda Terkait Iran, Salah Satunya Ditulis Dalam ChatGPT

Vance menjelaskan bahwa proposal pertama dikirimkan kepada utusan khusus AS, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner, namun langsung ditolak.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/AI
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui bahwa faktor dendam pribadi turut memengaruhi keputusannya melancarkan serangan terhadap Iran. 

Langkah ini dipandang sebagai upaya terbaru Washington untuk meredakan ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah, meskipun perbedaan posisi antara kedua negara masih cukup tajam.

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Jalur pelayaran minyak di Selat Hormuz kembali ditutup oleh Iran, hanya berselang beberapa jam setelah sempat dibuka secara terbatas, Kamis (9/4/2026).

Sebelumnya, satu kapal tanker sempat diizinkan melintas, namun tak lama kemudian arus distribusi minyak kembali dihentikan, sebagaimana dilaporkan kantor berita Iran.

Kebijakan tersebut sontak memicu kekhawatiran luas. Selat Hormuz bukan sekadar jalur biasa ia menjadi nadi penting distribusi energi global.

Penutupan mendadak ini dikhawatirkan bisa mendorong lonjakan harga minyak sekaligus menambah tekanan terhadap ekonomi dunia.

Situasi ini tak lepas dari memanasnya konflik di Lebanon. Ketegangan meningkat tajam setelah serangan militer Israel yang dilaporkan menimbulkan korban dalam jumlah besar.

Serangan itu menyasar sejumlah titik di Beirut, termasuk kawasan sipil dan area komersial yang disebut sebagai basis Hezbollah. Dampaknya pun besar, dengan korban jiwa dilaporkan terus bertambah.

Mengutip NBC International, sedikitnya 182 orang tewas dalam satu hari. Di sisi lain, beberapa laporan internasional menyebut jumlah korban bisa melampaui 250 orang, sementara lebih dari 1.000 orang lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa ini disebut sebagai salah satu momen paling berdarah sejak konflik kembali berkobar di kawasan tersebut.

Pemerintah Israel di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer tersebut dilakukan untuk menekan ancaman Hizbullah, yang dinilai membahayakan keamanan nasional Israel.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Baca dan Ikuti Berita Serambinews.com di GOOGLE NEWS 

Bergabunglah Bersama Kami di Saluran WhatsApp SERAMBINEWS.COM 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved