Jumat, 12 Juni 2026

Berita Internasional

Iran Klaim Paksa Kapal Perang Amerika Mundur dari Selat Hormuz

Iran kembali memanaskan situasi di Selat Hormuz dengan merilis video yang diklaim menunjukkan kapal perang AS mundur setelah diperingatkan.

Tayang:
Editor: Saifullah
(Shutterstock)
HALAU KAPAL PERANG - Ilustrasi Kapal perang Amerika Serikat (AS). Iran mengklaim berhasil memaksa mundur kapal perang Amerika dari Selat Hormuz. 

Ringkasan Berita:
  • Iran kembali memanaskan situasi di Selat Hormuz dengan merilis video yang diklaim menunjukkan kapal perang Amerika Serikat mundur setelah diperingatkan. 
  • IRGC menegaskan hanya kapal sipil yang boleh melintas, sementara klaim AS soal operasi pembersihan ranjau dibantah keras oleh Iran
  • Perseteruan ini menambah ketegangan di jalur vital perdagangan minyak dunia dan berpotensi memengaruhi stabilitas energi global.

 

Iran kembali memanaskan situasi di Selat Hormuz dengan merilis video yang diklaim menunjukkan kapal perang Amerika Serikat mundur setelah diperingatkan.

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Situasi di Selat Hormuz kembali menjadi sorotan dunia setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) merilis sebuah video yang diklaim menunjukkan kapal perang Amerika Serikat mundur dari kawasan tersebut. 

Insiden ini disebut terjadi pada Minggu (12/4/2026), di bagian timur selat, jalur vital yang menjadi salah satu rute perdagangan minyak paling strategis di dunia.

Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa setiap pergerakan kapal militer asing di Selat Hormuz akan direspons dengan tindakan tegas. 

Mereka menekankan hanya kapal sipil yang diperbolehkan melintas, dengan syarat tertentu. Pernyataan ini sekaligus mempertegas klaim Iran atas kendali jalur pelayaran tersebut, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Di sisi lain, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) sebelumnya menyebut dua kapal perusak Angkatan Laut AS beroperasi di Selat Hormuz dalam misi pembersihan ranjau laut. 

Klaim ini langsung dibantah oleh Iran.

Baca juga: Trump Hadapi Pilihan Sulit Usai Gagalnya Negosiasi dengan Iran

Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya menegaskan bahwa laporan mengenai kapal Amerika yang masuk ke selat tersebut tidak benar.

Saling klaim antara kedua pihak semakin memperuncing ketegangan yang sudah lama terjadi. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur penting yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. 

Setiap insiden di kawasan ini berpotensi memengaruhi perdagangan global dan harga energi internasional.

Pengamat menilai, perseteruan Iran-AS di Selat Hormuz bukan hanya soal klaim teritorial, tetapi juga bagian dari perebutan pengaruh di Timur Tengah. 

Dengan adanya pernyataan saling bantah, ketidakpastian di kawasan semakin meningkat.

Dunia kini menunggu langkah lanjutan dari kedua negara, karena setiap eskalasi di jalur strategis ini bisa berdampak luas terhadap stabilitas politik dan ekonomi global.

Insiden terbaru ini menambah daftar panjang ketegangan di Selat Hormuz.

Baca juga: VIDEO Iran Akan Sasar Kapal Sapu Ranjau Amerika di Selat Hormuz

Sekaligus menjadi pengingat bahwa jalur sempit di antara Teluk Persia dan Teluk Oman tersebut tetap menjadi titik rawan konflik internasional.(*)

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved