Konflik Amerika vs Iran
Tak Hanya Hormuz, Ini 9 Selat Penting Dunia Penentu Arus Perdagangan Global
Selain Selat Hormuz, ada sejumlah selat lain yang juga memiliki peran strategis dalam perdagangan dunia.
SERAMBINEWS.COM – Ketegangan geopolitik antara Iran dan AS-Israel sejak 27 Februari 2026 membuat nama Selat Hormuz kembali jadi sorotan dunia.
Jalur sempit ini bukan sekadar lintasan laut biasa, melainkan titik krusial yang menentukan stabilitas pasokan energi global.
Selat Hormuz yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman selama ini dikenal sebagai urat nadi distribusi minyak dunia.
Saat aksesnya terganggu, efeknya langsung terasa—harga minyak melonjak dan rantai pasok global ikut terguncang karena kapal tanker tidak bisa melintas secara normal.
Fenomena ini menegaskan satu hal: selat memiliki peran vital dalam perdagangan internasional.
Secara geografis, selat adalah perairan sempit yang menghubungkan dua badan air besar dan berada di antara dua daratan. Namun secara ekonomi dan geopolitik, selat bisa menjadi titik kendali jalur distribusi global.
Baca juga: Ratusan Warga Indra Makmu-Aceh Timur Dapatkan Layanan Pengobatan Gratis
Selain Selat Hormuz, ada sejumlah selat lain yang juga memiliki peran strategis dalam perdagangan dunia. Berikut sembilan selat penting yang menjadi jalur utama pelayaran internasional, dirangkum dari Marine Insight:
1. Selat Malaka
Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Membentang sepanjang sekitar 800 kilometer dengan lebar 65–250 kilometer, selat ini menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Lebih dari 100.000 kapal melintasinya setiap tahun, membawa sekitar 25 persen barang perdagangan global, termasuk minyak, batu bara, hingga produk manufaktur dari Asia. Sekitar 60 persen transportasi laut dunia melewati jalur ini, menjadikannya tulang punggung ekonomi kawasan Asia.
2. Selat Magellan
Terletak di ujung selatan Amerika Selatan, Selat Magellan menjadi jalur alami yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik. Panjangnya sekitar 570 km dengan titik tersempit hanya 2 km.
Meski penting, jalur ini terkenal berbahaya karena arus kuat, angin kencang, serta banyak tikungan sempit. Kapal yang melintas biasanya memerlukan panduan navigasi khusus.
Baca juga: Dampak Perang Timur Tengah, Harga Bahan Baku Tempe di Kabupaten Aceh Timur Ikut Naik
3. Selat Bass
Selat Bass memisahkan Tasmania dari daratan utama Australia. Dengan panjang sekitar 500 km dan lebar 350 km, selat ini menjadi jalur utama menuju Teluk Port Philip.
Terbentuk sekitar 8.000 tahun lalu akibat kenaikan permukaan laut, kawasan ini juga kaya sumber daya energi, terutama minyak dan gas di bagian timurnya.
4. Selat Hormuz
Selat ini menjadi satu-satunya jalur laut dari Teluk Persia menuju lautan terbuka. Panjangnya sekitar 167 km dengan lebar 39–96 km.
Sekitar sepertiga LNG dunia dan 25 persen konsumsi minyak global melewati jalur ini. Karena itulah, setiap gangguan di Selat Hormuz langsung berdampak pada pasar energi internasional.
5. Selat Singapura
| Trump Sebut Perang AS-Iran Hampir Selesai, Harapan Perdamaian Kian Terbuka |
|
|---|
| Diblokade Armada Perang AS, Kapal Tanker China Putar Haluan di Selat Hormuz |
|
|---|
| Blokade AS di Selat Hormuz Disebut Lebih Menekan China dan India, Ini Penjelasannya |
|
|---|
| Blokade Pelabuhan Iran, Militer AS Terjunkan 10.000 Pasukan, Puluhan Kapal Perang & Pesawat militer |
|
|---|
| Trump Bocorkan Rencana Perundingan Damai AS–Iran Putaran Kedua |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Selat-Bab-al-Mandab-di-perairan-Yaman-dan-Selat-Hormuz-di-perairan-Iran.jpg)