Konflik Amerika vs Iran
Tak Hanya Hormuz, Ini 9 Selat Penting Dunia Penentu Arus Perdagangan Global
Selain Selat Hormuz, ada sejumlah selat lain yang juga memiliki peran strategis dalam perdagangan dunia.
Selat ini menghubungkan Selat Malaka dengan Laut China Selatan dan menjadi akses utama ke Pelabuhan Singapura. Panjangnya sekitar 113 km dan lebar 19 km.
Sekitar 50 persen perdagangan laut dunia dan sepertiga distribusi minyak global melintas di sini. Setiap hari, sekitar 2.000 kapal melewati jalur ini, menjadikannya salah satu perairan tersibuk di dunia.
6. Selat Bering
Selat Bering memisahkan Rusia dan Alaska serta menjadi penghubung antara Samudra Arktik dan Pasifik. Lebarnya sekitar 85 km di titik tersempit, dengan kedalaman rata-rata 30–50 meter.
Selain penting secara geografis, selat ini juga memiliki nilai historis dan strategis, termasuk sebagai batas alami antara Asia dan Amerika Utara.
7. Selat Lombok
Selat Lombok yang berada di Indonesia dikenal sebagai salah satu selat terdalam di dunia, dengan kedalaman rata-rata sekitar 250 meter.
Selat ini menghubungkan Laut Bali dan Samudra Hindia serta menjadi jalur penting Arus Lintas Indonesia (Indonesian Throughflow). Selain itu, kawasan ini juga kaya keanekaragaman hayati laut dan menjadi habitat berbagai spesies langka seperti paus dan lumba-lumba.
8. Selat Gibraltar
Selat Gibraltar menghubungkan Samudra Atlantik dan Laut Mediterania serta memisahkan Eropa dan Afrika. Panjangnya sekitar 58 km dengan lebar tersempit 13 km.
Selain jalur perdagangan penting, selat ini juga menjadi lintasan migrasi burung laut dalam jumlah besar setiap tahun.
9. Selat Bab El Mandeb
Terletak di antara Yaman, Djibouti, dan Eritrea, selat ini menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Selat Bab El Mandeb menjadi pintu utama menuju Terusan Suez, sehingga sangat vital bagi jalur perdagangan antara Asia dan Eropa. Ratusan kapal, terutama tanker minyak, melintas setiap hari.
10. Selat Bosphorus
Selat Bosphorus menghubungkan Laut Hitam dan Laut Marmara serta membelah wilayah Eropa dan Asia di Turki. Panjangnya sekitar 31 km dengan lebar 730–3.300 meter.
Meski menjadi jalur perdagangan penting, arus bawah laut yang kuat dan pusaran air membuat navigasi di selat ini cukup menantang, terutama bagi kapal besar.
Keberadaan selat-selat ini menunjukkan bahwa jalur laut sempit memiliki pengaruh besar terhadap ekonomi global. Ketika salah satu terganggu, seperti yang terjadi di Selat Hormuz, dampaknya bisa langsung dirasakan dunia—mulai dari kenaikan harga energi hingga gangguan rantai pasok internasional.
Karena itu, stabilitas dan keamanan di jalur-jalur strategis ini menjadi perhatian utama banyak negara, terutama yang bergantung pada perdagangan laut sebagai penggerak ekonomi.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| UEA Diduga Diam-Diam Serang Iran, Konflik Timur Tengah Kian Memanas, Negara Teluk Khawatir Terseret |
|
|---|
| IRGC Gelar Latihan Militer di Teheran Usai Trump Kirim Ancaman, Ketegangan Meningkat |
|
|---|
| Negosiasi Amerika-Iran Buntu, Teheran Siap Hadapi Segela Kemungkinan: AS Akan Dibuat Terkejut |
|
|---|
| Donald Trump Kebingungan, Perang Iran Tak Bisa Diakhiri |
|
|---|
| Citra Satelit Ungkap Dugaan Tumpahan Minyak di Dekat Pulau Kharg, Iran Tegaskan Tak Ada Kebocoran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Selat-Bab-al-Mandab-di-perairan-Yaman-dan-Selat-Hormuz-di-perairan-Iran.jpg)