Jumat, 8 Mei 2026

Berita Internasional

Ini Deretan Negara Terdampak Blokade Selat Hormuz, Ada Italia, Inggris, Jerman hingga Indonesia

Blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz memicu guncangan besar pada perdagangan energi dunia.

Tayang:
Editor: Saifullah
Kompas.com/Seto Ajinugroho
BLOKADE SELAT HORMUZ - Dua kapal Pertamina Indonesia masih tertahan di Selat Hormuz. Blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat memberi dampak bagi banyak negara, termasuk Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz memicu guncangan besar pada perdagangan energi dunia.
  • Negara-negara dengan ketergantungan tinggi terhadap impor minyak dan gas dari Timur Tengah paling rentan, termasuk Indonesia, Thailand, India, Filipina, Jerman, Italia, dan Inggris.
  • Harga minyak global sudah melonjak mendekati 99 dolar AS per barrel, dan analis memperingatkan bisa naik hingga 150 dolar jika blokade berlanjut.

 

Blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz memicu guncangan besar pada perdagangan energi dunia.

SERAMBINEWS.COM, TOKYO - Ketegangan geopolitik di Teluk Persia kembali memuncak setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

Langkah ini diambil menyusul gagalnya perundingan dengan Iran, dan dampaknya langsung terasa pada perekonomian global.

Negara-negara dengan ketergantungan tinggi terhadap impor energi dari kawasan Timur Tengah menjadi pihak paling rentan, termasuk sejumlah negara Asia dan Eropa.

Menurut laporan Nomura, bank investasi asal Jepang, negara-negara seperti Thailand, India, Indonesia, Filipina, Jerman, Italia, dan Inggris masuk dalam daftar yang paling terdampak.

Ketergantungan besar terhadap minyak dan gas impor membuat mereka sangat sensitif terhadap gangguan pasokan.

Misalnya, lebih dari 90 persen impor minyak mentah Jepang dan Filipina berasal dari Timur Tengah.

Sementara India mengandalkan sekitar 60 persen pasokan LNG dari kawasan tersebut.

Baca juga: Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Pemerintah Lakukan Diplomasi

Di Eropa, Italia tercatat bergantung hingga 45 persen pada LNG dari Qatar, serta 12 persen impor minyak mentah dari Timur Tengah.

Indonesia juga masuk dalam kategori negara yang rentan. 

Sebagai salah satu importir energi bersih, blokade ini berpotensi menekan pasokan energi sekaligus meningkatkan biaya impor.

Kondisi tersebut dapat berdampak pada stabilitas harga energi domestik dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Meski begitu, dampak terhadap ekonomi besar seperti Amerika Serikat dan China dinilai lebih terbatas. 

AS hanya mengimpor sekitar 8 persen minyak mentah dari Teluk Persia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved