Kamis, 7 Mei 2026

AS dan Israel Serang Iran

Iran tak Ikut Negosiasi dengan AS, Sebut Trump “tak Stabil” Usai Ancam Menghancurkan Teheran

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Pemerintah Iran menegaskan tidak akan melakukan negosiasi setelah Presiden AS Donald

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
Serambinews
Negosiasi AS–Iran Gagal Total, JD Vance Tinggalkan Pakistan Usai 21 Jam Perundingan 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Iran menegaskan tidak akan melakukan negosiasi setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman keras bahwa “seluruh negara akan dihancurkan” jika Teheran menolak kesepakatan.
  • Pernyataan Trump pada Minggu itu langsung memicu reaksi keras dari pihak Iran.

 

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas.

Pemerintah Iran menegaskan tidak akan melakukan negosiasi setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman keras bahwa “seluruh negara akan dihancurkan” jika Teheran menolak kesepakatan.

Pernyataan Trump pada Minggu itu langsung memicu reaksi keras dari pihak Iran.

Melalui kantor berita resmi IRNA, Teheran membantah klaim bahwa delegasi Iran akan berangkat ke Islamabad untuk melanjutkan perundingan dengan pejabat AS.

Iran menyebut pernyataan tersebut sebagai “permainan media” sekaligus upaya tekanan politik.

Baca juga: AS Tembaki Kapal Iran di Teluk Oman, Ketegangan Memuncak di Tengah Blokade Maritim

Sebelumnya, Trump mengklaim bahwa pembicaraan lanjutan akan melibatkan Wakil Presiden JD Vance, penasihat Jared Kushner, serta utusan Timur Tengah Steve Witkoff.

Namun klaim ini langsung ditepis oleh Teheran.

Syarat Iran: Cabut Blokade dan Hentikan Tekanan

Media Tasnim yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran menegaskan posisi pemerintah tidak ada negosiasi sebelum AS mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran.

Teheran menilai langkah tersebut melanggar kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.

Ketegangan meningkat setelah Iran kembali menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz pada Sabtu, tak lama setelah sempat dibuka pascagencatan senjata antara Lebanon dan Israel.

IRNA juga menyebut kegagalan negosiasi dipicu oleh “tuntutan berlebihan, ekspektasi tidak realistis, perubahan sikap yang terus-menerus, serta kontradiksi berulang” dari Washington.

Iran Siap Perang Panjang

Seorang pejabat Iran yang tak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Teheran kini bersiap menghadapi konflik jangka panjang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved