Kamis, 7 Mei 2026

AS dan Israel Serang Iran

Iran Belum Berniat Ikut Perundingan Usai AS Sita Kapal Tanker di Selat Hormuz

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan pemerintahnya belum memiliki rencana untuk mengikuti putaran baru

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
Kompas.com/Seto Ajinugroho
KAPAL PERTAMINA - Dua kapal Pertamina Indonesia masih tertahan di Selat Hormuz. 

Ringkasan Berita:
  • Insiden tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pengiriman tim ke Islamabad, Pakistan, untuk membuka kemungkinan pembicaraan dengan Iran.
  • Menjelang rencana perundingan itu, Pakistan memperketat keamanan di ibu kota dengan menutup sejumlah akses dan mengerahkan sekitar 20.000 personel keamanan.

 

SERAMBINEWS.COM - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan pemerintahnya belum memiliki rencana untuk mengikuti putaran baru perundingan dengan Amerika Serikat, menyusul penyitaan kapal kargo berbendera Iran oleh militer AS di Selat Hormuz.

Insiden tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pengiriman tim ke Islamabad, Pakistan, untuk membuka kemungkinan pembicaraan dengan Iran.

Baca juga: AS Serang dan Sita Kapal Iran di Dekat Selat Hormuz, Teheran Bersumpah Balas, Ketegangan Meningkat

Menjelang rencana perundingan itu, Pakistan memperketat keamanan di ibu kota dengan menutup sejumlah akses dan mengerahkan sekitar 20.000 personel keamanan.

Dalam konferensi pers, Senin juru bicara Kemenlu Iran menegaskan bahwa hingga saat ini Teheran tidak berniat untuk terlibat dalam negosiasi.

Pernyataan tersebut mengindikasikan sikap yang belum berubah dari Iran, sekaligus memperkecil peluang jalur diplomasi dalam waktu dekat.

Terkait situasi di Selat Hormuz, Iran menyatakan telah memutuskan untuk menutup jalur tersebut. Keputusan itu disebut merupakan perubahan dari sikap sebelumnya yang sempat membuka akses berdasarkan kesepakatan awal dengan Washington.

Penutupan kembali dilakukan karena dua alasan utama, yakni dugaan pelanggaran gencatan senjata di front Lebanon serta blokade yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap kapal-kapal Iran.

Iran juga kembali mengkritik Amerika Serikat terkait rendahnya tingkat kepercayaan dalam hubungan kedua negara.

Sementara itu, Trump mengumumkan bahwa putaran kedua pembicaraan AS-Iran dijadwalkan berlangsung di Pakistan pada Senin mendatang.

Namun hingga kini, Teheran belum memberikan konfirmasi kehadiran, meski masa gencatan senjata akan berakhir dalam dua hari ke depan.

Penyitaan kapal oleh Marinir AS di dekat Selat Hormuz pada Minggu semakin memperkeruh rencana perundingan di Islamabad.

Iran bahkan telah menyatakan akan mengambil langkah balasan.

Dalam pernyataan terpisah, Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran, termasuk kemungkinan melumpuhkan infrastruktur penting seperti pembangkit listrik dan jembatan jika tidak tercapai kesepakatan.

Gencatan senjata yang mengakhiri konflik selama lebih dari satu bulan dijadwalkan berakhir pada Rabu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved