Konflik Amerika vs Iran
Persediaan Rudal AS Menyusut Drastis akibat Perang dengan Iran
Penurunan ini diduga akibat upaya Iran menghemat stok atau kesulitan mempertahankan produksi di tengah tekanan militer.
Ringkasan Berita:
- Laporan terbaru mengungkap bahwa persediaan rudal Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan signifikan akibat tingginya intensitas perang dengan Iran dalam beberapa waktu terakhir.
- Menurut laporan The Hill (21/4/2026), militer AS telah menghabiskan hampir setengah dari stok rudal pencegat sistem pertahanan udara Patriot.
- Selain itu, sejumlah kategori rudal penting lainnya juga digunakan secara besar-besaran dalam operasi militer terhadap Iran.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON – Laporan terbaru mengungkap bahwa persediaan rudal Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan signifikan akibat tingginya intensitas perang dengan Iran dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut laporan The Hill (21/4/2026), militer AS telah menghabiskan hampir setengah dari stok rudal pencegat sistem pertahanan udara Patriot.
Selain itu, sejumlah kategori rudal penting lainnya juga digunakan secara besar-besaran dalam operasi militer terhadap Iran.
Analisis dari lembaga pemikir Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyebut bahwa skala kampanye udara dan rudal dalam operasi bertajuk “Operation Epic Fury” telah menciptakan celah serius dalam cadangan amunisi AS.
Dalam laporan yang dirilis Selasa, CSIS merinci penyusutan sejumlah persenjataan utama:
-Hampir 50 persen stok rudal Patriot telah digunakan
-Lebih dari 50 % persediaan pencegat THAAD telah terpakai
-Sekitar 45 % rudal Precision Strike Missile (PrSM) telah dihabiskan
Laporan ini muncul di tengah klaim Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyatakan bahwa negaranya memiliki “persediaan senjata yang nyaris tak terbatas”.
Namun, sejumlah analis menilai kondisi di lapangan menunjukkan tekanan besar terhadap stok persenjataan akibat tingginya tempo pertempuran.
Baca juga: Terungkap Alasan Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Ini Tujuannya
Tempo Perang Tinggi, Stok Tergerus
Sejak awal konflik, operasi militer berlangsung dengan intensitas tinggi.
Baik AS dan sekutunya maupun Iran menggunakan persenjataan dalam jumlah besar, bahkan lebih cepat dibandingkan kapasitas produksinya.
Lembaga Institute for National Security Studies (INSS) memperkirakan AS dan Israel telah melancarkan lebih dari 2.000 serangan, masing-masing melibatkan berbagai jenis amunisi.
| Perwakilan 30 Negara Kumpul di London, Bahas Rencana Militer Pengamanan Selat Hormuz |
|
|---|
| Pasukan AS Sergap Kapal Terkait Iran di Dekat Wilayah Indo-Pasifik, Situasi Makin Panas |
|
|---|
| Trump Ogah Perpanjang Gencatan Senjata, AS Ancam Serang Iran Lagi Jika Tak Ada Kesepakatan Baru |
|
|---|
| Gencatan Senjata AS–Iran Berakhir Besok, Kedua Negara Isyaratkan Kembali Berperang |
|
|---|
| Para Ajudan Kucilkan Donald Trump, Jauhkan Presiden dari Ruang Situasi saat Operasi Rahasia di Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-mengakui-bahwa-faktor-dendam-pribadi-jadi-alasan-serang-iran.jpg)