Sabtu, 25 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Persediaan Rudal AS Menyusut Drastis akibat Perang dengan Iran

Penurunan ini diduga akibat upaya Iran menghemat stok atau kesulitan mempertahankan produksi di tengah tekanan militer.

Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/AI
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui bahwa faktor dendam pribadi turut memengaruhi keputusannya melancarkan serangan terhadap Iran.  

Di sisi lain, Iran tercatat telah meluncurkan sedikitnya:


Meski sebagian besar berhasil dicegat, jumlah serangan Iran dilaporkan menurun seiring waktu.

Jika pada hari pertama konflik Iran meluncurkan ratusan rudal, kini jumlahnya turun menjadi puluhan per hari.

Komandan militer AS, Jenderal Dan Caine, menyebut peluncuran rudal balistik Iran telah menurun hingga 86 % , sementara serangan drone turun sekitar 73 % .

Penurunan ini diduga akibat upaya Iran menghemat stok atau kesulitan mempertahankan produksi di tengah tekanan militer.

Baca juga: Pasukan AS Sergap Kapal Terkait Iran di Dekat Wilayah Indo-Pasifik, Situasi Makin Panas

Strategi Militer Mulai Bergeser

Meski AS masih dianggap sebagai kekuatan militer paling dominan di dunia, laporan menunjukkan ketergantungan tinggi pada senjata presisi berbiaya mahal yang produksinya terbatas.

Awalnya, AS banyak menggunakan senjata jarak jauh seperti rudal jelajah Tomahawk. Namun, strategi kemudian bergeser ke penggunaan senjata yang lebih murah seperti bom JDAM.

Pakar CSIS, Mark Cancian, menilai pendekatan ini memungkinkan AS mempertahankan operasi militer lebih lama dengan intensitas yang lebih terkendali.

Sistem Pertahanan Udara Jadi Tantangan

Salah satu tantangan terbesar bagi AS adalah keterbatasan sistem pertahanan udara, khususnya rudal Patriot yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi serangan balasan Iran.

Rudal Patriot diketahui berharga lebih dari 4 juta dolar AS per unit, dengan kapasitas produksi sekitar 700 unit per tahun.

Sebelum konflik, AS diperkirakan memiliki sekitar 1.600 unit, namun jumlah ini terus berkurang akibat penggunaan intensif.

Menurut Cancian, jika AS terus mengurangi stok Patriot demi mempertahankan operasi, hal ini dapat meningkatkan risiko di kawasan lain, seperti Pasifik.

Konflik Berpotensi Berkepanjangan

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved