Selasa, 5 Mei 2026

Bahlil Laporkan Kondisi BBM dan LPG Indonesia ke Prabowo: Kita Putar Otak Terus, Hampir Tiap Malam

"Saya juga melaporkan (ke Presiden Prabowo, kita putar otak terus. Hampir tiap malam tidak kita istirahat, kita mengkaji sumber-sumber LPG-nya,"

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nur Nihayati
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. 

Bahlil Laporkan Kondisi BBM dan LPG Indonesia ke Prabowo: Kita Putar Otak Terus, Hampir Tiap Malam

SERAMBINEWS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto bahwa kondisi energi Tanah Air, termasuk bahan bakar minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG atau elpiji).

Bahlil menyampaikan laporan tersebut usai rapat terbatas bersama Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/4/2026). 

Menurut dia, pemerintah terus memantau ketahanan energi nasional di tengah tekanan geopolitik global.

"Hari ini kita melakukan rapat terbatas dengan Bapak Presiden. Saya menyampaikan, melaporkan terkait dengan perkembangan energi nasional kita, baik dari sisi BBM produk, baik solar maupun bensin, dari semua aspek, alhamdulillah semuanya di atas standar minimum nasional," ujar Bahlil, dilansir dari Kompas.com.

Ia menegaskan, selama hampir dua bulan sejak eskalasi konflik di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz, pasokan energi Indonesia tetap terjaga stabil. 

"Jadi alhamdulillah sudah dua bulan, hampir dua bulan ketika kejadian geopolitik di Timur Tengah tentang Selat Hormuz, kita masih stabil," sambung dia.

Selain BBM jadi, stok minyak mentah untuk kebutuhan pengolahan domestik juga disebut dalam kondisi aman berkat dukungan kilang yang beroperasi di dalam negeri.

Di hadapan Presiden, Bahlil juga melaporkan tantangan besar di sektor Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau elpiji, terutama tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Ia mengaku pemerintah terus mencari solusi agar kebutuhan nasional dapat dipenuhi secara lebih mandiri.

"Saya juga melaporkan (ke Presiden Prabowo Subianto) bahwa untuk LPG ini kita putar otak terus. Hampir tiap malam tidak kita istirahat, kita mengkaji sumber-sumber LPG-nya," kata Bahlil.

Bahlil memaparkan, konsumsi elpiji nasional saat ini mencapai 8,6 juta ton per tahun. 

Namun produksi dalam negeri baru berada di kisaran 1,6 hingga 1,7 juta ton per tahun, sehingga Indonesia masih harus mengimpor sekitar 7 jutaan ton setiap tahun.

"Kita tahu bahwa elpiji kita, konsumsi kita 8,6 juta ton per tahun dan dari 8,6 juta itu hanya kurang lebih sekitar 1,6 - 1,7 yang produksinya dalam negeri. Selebihnya kita impor kurang lebih sekitar 7 juta. Dan ini terjadi sejak konversi daripada minyak tanah ke elpiji," beber Bahlil.

Menurut dia, kondisi tersebut merupakan dampak jangka panjang sejak program konversi minyak tanah ke elpiji beberapa tahun lalu, sementara kapasitas produksi domestik belum mampu mengejar lonjakan permintaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved