Selasa, 28 April 2026

Barcode BBM Subsidi Mendadak Hilang, Ini Penjelasan Lengkap dari Pertamina dan Solusi untuk Pengguna

Hal ini memicu kekhawatiran luas di kalangan masyarakat mengenai transparansi dan kejelasan sistem distribusi BBM subsidi.

Editor: Faisal Zamzami
SERAMBI/HENDRI
Suasana salah satu SPBU kosong BBM di Banda Aceh, Selasa (16/5/2023). 

Ringkasan Berita:
  • Keluhan terkait hilangnya barcode BBM subsidi secara tiba-tiba tengah ramai diperbincangkan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
  • Sejumlah pengguna yang sebelumnya telah terdaftar dalam program Subsidi Tepat Pertamina mengaku tidak lagi menemukan barcode mereka, yang selama ini digunakan sebagai syarat pembelian BBM subsidi seperti Solar dan Pertalite.
  • Kondisi ini tentu menimbulkan kebingungan, terutama bagi masyarakat yang sangat bergantung pada BBM subsidi untuk kebutuhan sehari-hari

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Keluhan terkait hilangnya barcode BBM subsidi secara tiba-tiba tengah ramai diperbincangkan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Sejumlah pengguna yang sebelumnya telah terdaftar dalam program Subsidi Tepat Pertamina mengaku tidak lagi menemukan barcode mereka, yang selama ini digunakan sebagai syarat pembelian BBM subsidi seperti Solar dan Pertalite.

Kondisi ini tentu menimbulkan kebingungan, terutama bagi masyarakat yang sangat bergantung pada BBM subsidi untuk kebutuhan sehari-hari, baik untuk bekerja maupun aktivitas usaha. Tanpa barcode tersebut, pengguna tidak dapat melakukan transaksi pembelian BBM subsidi di SPBU.

Salah satu pengguna yang mengalami kejadian ini adalah Narendra Wicaksana (27), warga Jakarta Timur. Ia mengaku baru menyadari barcode miliknya hilang setelah menerima notifikasi dari sistem.

“Jadi notifikasi barcode hilang itu baru saya tahu di tanggal 22 April. Setelah saya cek di situs Subsidi Tepat Pertamina, ternyata barcode saya sudah hilang sejak tanggal 19 April dan saya diminta untuk daftar ulang,” ujarnya, Sabtu (26/4/2026).

Narendra pun langsung mengikuti instruksi dengan mengajukan pendaftaran ulang. Namun, proses tersebut tidak berjalan lancar.

“Setelah saya ajukan di tanggal 22 April, baru diketahui pada tanggal 26 April kalau permohonan saya ditolak,” tambahnya.

Baca juga: Krisis Minyak! ASEAN Aktifkan Lagi Pembangkit Listrik Batu Bara, BBM Akan di Campur dengan Bioetanol

Fenomena ini ternyata tidak hanya dialami oleh satu orang. Banyak pengguna lain juga melaporkan kasus serupa, baik melalui media sosial maupun layanan pengaduan resmi.

Hal ini memicu kekhawatiran luas di kalangan masyarakat mengenai transparansi dan kejelasan sistem distribusi BBM subsidi.

Menanggapi hal tersebut, pihak Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan resmi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Dumatubun, menyebut bahwa hilangnya barcode tersebut merupakan bagian dari proses pembaruan sistem dan pembersihan data (cleansing system) yang dilakukan secara berkala.

“Untuk konsumen yang barcode-nya hilang, ada kemungkinan disebabkan oleh proses cleansing system karena data yang terdaftar di dalam sistem kurang lengkap atau tidak sesuai,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, hanya kepada masyarakat yang benar-benar berhak.

“Jika memang pengguna adalah konsumen yang berhak, maka dapat melakukan verifikasi ulang dengan menghubungi layanan Pertamina di 135 atau melalui kanal resmi lainnya,” lanjutnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved