Konflik Amerika vs Iran
Iran Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Usai Deteksi Drone Pengintai di Teheran
Menurut laporan tersebut, aktivitas pertahanan udara terjadi di sejumlah wilayah, termasuk bagian barat, tengah, dan tenggara Teheran.
Ringkasan Berita:
- Sistem pertahanan udara di Teheran, Iran, diaktifkan pada Kamis (30/4/2026) setelah terdeteksi adanya drone pengintai.
- Media Iran, Tasnim dan Fars, melaporkan bahwa sistem pertahanan udara terdengar aktif di beberapa bagian ibu kota selama sekitar 20 menit.
- Menurut laporan tersebut, aktivitas pertahanan udara terjadi di sejumlah wilayah, termasuk bagian barat, tengah, dan tenggara Teheran.
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN — Sistem pertahanan udara di Teheran, Iran, diaktifkan pada Kamis (30/4/2026) setelah terdeteksi adanya drone pengintai.
Media Iran, Tasnim dan Fars, melaporkan bahwa sistem pertahanan udara terdengar aktif di beberapa bagian ibu kota selama sekitar 20 menit.
Menurut laporan tersebut, aktivitas pertahanan udara terjadi di sejumlah wilayah, termasuk bagian barat, tengah, dan tenggara Teheran.
Ketegangan meningkat di tengah negosiasi damai
Insiden ini terjadi di tengah belum jelasnya hasil negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Israel, meski kedua pihak sebelumnya sepakat melakukan gencatan senjata sejak 7 April 2026.
Ketegangan regional terus meningkat seiring pernyataan politik dan militer dari berbagai pihak.
Pernyataan pejabat Iran
Pemimpin Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mengalami kekalahan dalam konflik yang sedang berlangsung.
Ia juga menolak ancaman terkait kemungkinan blokade laut yang dapat mengganggu ekonomi Iran.
“Babak baru sedang terbuka bagi Teluk Persia dan Selat Hormuz,” ujarnya dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran.
Ia juga menegaskan bahwa Iran tetap mempertahankan pengaruhnya di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, serta menyebut pihak luar tidak memiliki tempat di kawasan tersebut.
Baca juga: Iran Siaga Perang, Tegaskan Akan Balas Setiap Serangan AS, Dunia Waspadai Perang Baru
Ketegangan di Selat Hormuz
Amerika Serikat disebut telah memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran, sementara Iran mempertahankan kontrol atas Selat Hormuz sejak awal konflik di kawasan Timur Tengah.
Washington juga berupaya membentuk koalisi internasional untuk menjamin keamanan jalur pelayaran di wilayah tersebut.
| Iran Siaga Perang, Tegaskan Akan Balas Setiap Serangan AS, Dunia Waspadai Perang Baru |
|
|---|
| Mojtaba Khamenei Serukan AS Keluar dari Teluk, Iran Klaim Akan Kelola Selat Hormuz |
|
|---|
| Mojtaba Khamenei Sebut AS Mengalami “Kekalahan Memalukan” dalam Perang Lawan Iran |
|
|---|
| Mojtaba Khamenei Tegaskan Nuklir dan Rudal Iran Tak Bisa Ditawar, Ketegangan di Hormuz Meningkat |
|
|---|
| AS Minta Bantuan Aliansi Internasional untuk Buka Selat Hormuz |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Drone-pengintai-milik-Angkatan-Laut-Amerika-Serikat-AS-MQ-4C-Triton.jpg)