Berita Internasional
Harga Minyak Tak Bergeming, Rencana Proyek Kebebasan Trump Tak Mempan?
Harga minyak dunia masih belum menunjukkan penurunan signifikan meskipun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Proyek Kebebasan Trump Tak Mempan, Harga Minyak Tetap Tinggi
SERAMBINEWS.COM – Harga minyak dunia masih belum menunjukkan penurunan signifikan meskipun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana untuk membantu membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Dikutip Serambinews.com melalui Al Jazeera (4/5/2026), pasar energi global justru merespons dingin kebijakan tersebut karena dinilai belum mampu mengatasi krisis pasokan yang sedang terjadi.
Pada perdagangan Senin pagi, harga minyak mentah Brent tercatat berada di level 108,11 dolar AS per barel atau turun tipis sekitar 0,06 persen.
Angka ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih ragu terhadap efektivitas rencana yang disebut Trump sebagai “Proyek Kebebasan”.
Baca juga: Iran Ajukan 14 Syarat Damai ke AS, Trump Masih Ragu dan Buka Opsi Serangan Lanjutan
Dalam pengumumannya, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan membantu “membebaskan” kapal-kapal yang terjebak di kawasan Teluk.
Namun, ia tidak memberikan rincian jelas mengenai mekanisme operasi tersebut, termasuk apakah akan melibatkan pengawalan langsung oleh Angkatan Laut AS.
Komando Pusat AS hanya menyebutkan akan “mendukung” kapal-kapal yang melintas, dengan mengerahkan sekitar 15.000 personel, kapal perang, serta lebih dari 100 pesawat.
Meski demikian, ketidakjelasan ini membuat pasar tetap berhati-hati dalam merespons perkembangan tersebut.
Situasi semakin rumit setelah pejabat Iran menegaskan tidak akan bekerja sama dengan rencana tersebut.
Baca juga: Iran Peringatkan AS dan Trump: Campur Tangan di Selat Hormuz Langgar Gencatan Senjata
Seorang pejabat senior Iran, Ebrahim Azizi, bahkan memperingatkan bahwa campur tangan AS di Selat Hormuz dapat dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Di sisi lain, insiden keamanan di kawasan tersebut masih terjadi.
Militer Inggris melaporkan adanya kapal tanker yang terkena proyektil tak dikenal di dekat Uni Emirat Arab, meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Para analis menilai bahwa faktor utama yang memengaruhi harga minyak saat ini adalah gangguan pasokan global, bukan sekadar pernyataan politik.
Badan energi internasional bahkan menyebut krisis ini sebagai gangguan energi terbesar dalam sejarah.
Baca juga: Iran Ajukan Proposal Damai ke AS, Target Akhiri Konflik dalam Seulan, Usul Gencatan Permanen
| Panas dengan Jerman, Trump Putuskan Tarik Ribuan Pasukan AS dari Eropa |
|
|---|
| Update Perang Iran Hari ke-64: Trump Tolak Proposal Iran, Ancaman Konflik Berkepanjangan Menguat |
|
|---|
| Ini Deretan Tokoh Penting di Pemerintahan Iran, Hegemoni IRGC Menguat |
|
|---|
| Iran Siap Hadapi Serangan Baru AS, Ancam Beri Balasan Keras dan Mematikan |
|
|---|
| Update Hari ke-63 Perang Iran: Trump Buka Peluang Serangan, Iran Sebut Blokade Tak Bisa Ditoleransi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Trump-Akui-Harga-Bensin-Akan-Melonjak-hingga-Akhir-Tahun-2026-Bagaimana-Harga-BBM-Indonesia.jpg)