Rabu, 6 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Iran Ancam Serang Pangkalan Militer Eropa Jika Dikendalikan AS

“Eropa sangat rentan terhadap potensi serangan apa pun oleh Republik Islam dan praktis tidak memiliki kemampuan untuk menahannya,” tambahnya.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan layar/MILITER IRAN
RUDAL - Pasukan Iran menembakkan rudal dalam latihan militer di Pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz, 31 Desember 2022. Selat Hormuz kini menjadi titik konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat. 

Ringkasan Berita:
  • Politikus garis keras Iran, Hossein Shariatmadari, yang dikenal dekat dengan mendiang Ayatollah Ali Khamenei, menyampaikan pernyataan keras terkait hubungan militer Eropa dan Amerika Serikat.
  • Ia mengatakan bahwa Iran dapat menyerang pangkalan militer negara-negara Eropa jika fasilitas tersebut berada di bawah kendali Amerika Serikat.
  • Ia juga mengeklaim bahwa Eropa berada dalam posisi rentan terhadap kemungkinan serangan Iran.

 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Politikus garis keras Iran, Hossein Shariatmadari, yang dikenal dekat dengan mendiang Ayatollah Ali Khamenei, menyampaikan pernyataan keras terkait hubungan militer Eropa dan Amerika Serikat.

Ia mengatakan bahwa Iran dapat menyerang pangkalan militer negara-negara Eropa jika fasilitas tersebut berada di bawah kendali Amerika Serikat.

“Pangkalan militer negara-negara Eropa yang akan ditempatkan di bawah kendali Amerika dapat dan harus menjadi sasaran yang sah dan sesuai hukum untuk serangan militer kita,” ujar Shariatmadari kepada surat kabar konservatif Kayhan, Selasa (5/5/2026), dikutip dari Euronews.

Ia juga mengeklaim bahwa Eropa berada dalam posisi rentan terhadap kemungkinan serangan Iran.

“Eropa sangat rentan terhadap potensi serangan apa pun oleh Republik Islam dan praktis tidak memiliki kemampuan untuk menahannya,” tambahnya.

Dalam kolomnya di Kayhan, ia menegaskan bahwa negara-negara Eropa “tahu bahwa Iran mampu menyerang mereka dengan keras jika diperlukan”.

 

Baca juga: Selat Hormuz Membara: AS Hancurkan Kapal Iran Usai Insiden Kapal Korea Selatan


Pernyataan dari Parlemen Iran

Pada hari yang sama, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, juga mengunggah pernyataan di platform X terkait situasi di kawasan strategis Selat Hormuz.

Ia menyebut bahwa kondisi saat ini tidak dapat ditoleransi oleh Amerika Serikat, sementara Iran “belum memulai langkah utama”.

Ghalibaf menuduh bahwa keamanan pelayaran di Selat Hormuz terganggu akibat tindakan AS, dan memperingatkan bahwa “tindakan mereka akan segera dihentikan”.

 
Ketegangan Militer di Teluk

Dalam perkembangan terpisah, dilaporkan terjadi peningkatan ketegangan militer antara Iran dan AS di kawasan Teluk.

-Iran disebut meluncurkan serangan rudal dan drone di kawasan Teluk.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved