Sabtu, 9 Mei 2026

Wabah Hantavirus

Waspada Klaster Hantavirus, WHO Ungkap Cara Penularan dan Gejala Mematikannya

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengungkap perkembangan kasus klaster hantavirus yang terjadi di sebuah kapal

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Kolase serambinews - pixabay.com/tribunnews
Ilustrasi Hantavirus- Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengungkap perkembangan kasus klaster hantavirus yang terjadi di sebuah kapal pesiar. 

WHO juga melaporkan satu wanita dewasa lainnya meninggal dunia pada 2 Mei setelah mengalami pneumonia dan demam tinggi.

Baca juga: Kasus Hantavirus Gegerkan Kapal Pesiar, Kenali Gejala dan Bahaya Virus yang Bisa Serang Paru-paru

Apa Itu Hantavirus?

WHO menjelaskan hantavirus merupakan virus yang umumnya ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus.

Penularan terjadi ketika manusia menghirup partikel dari urin, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi.

Virus ini dapat menyebabkan sindrom paru hantavirus atau Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), penyakit pernapasan serius yang menyerang paru-paru.

Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, diare, hingga sesak napas berat.

Pada kasus parah, pasien dapat mengalami gagal napas dan syok.

WHO menyebut angka kematian akibat hantavirus di kawasan Amerika dapat mencapai hingga 50 persen.

Meski demikian, kasus penularan dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi.

Dalam wabah kali ini, WHO menduga jenis virus yang terlibat kemungkinan berkaitan dengan strain Andes yang memang pernah menyebabkan penularan antarmanusia secara terbatas di Amerika Selatan.

Baca juga: Fakta Hantavirus di Indonesia, Kemenkes Sebut 23 Kasus Terdeteksi Sejak 2024 dan 3 Pasien Meninggal

Respons WHO dan Negara Terkait

WHO menyatakan sejumlah negara seperti Inggris, Belanda, Afrika Selatan, Spanyol, dan Cabo Verde kini melakukan koordinasi internasional untuk menangani wabah tersebut.

Langkah yang dilakukan meliputi pelacakan kontak, isolasi penumpang, pengujian laboratorium, hingga evakuasi medis.

Para penumpang juga diminta melakukan pemantauan kesehatan selama 45 hari dan menjaga jarak fisik selama berada di kapal.

WHO menegaskan bahwa risiko wabah ini terhadap populasi global masih tergolong rendah.

Namun, masyarakat tetap diminta waspada, terutama saat berada di daerah dengan populasi tikus tinggi.

Baca juga: Hantavirus Tewaskan 11 Orang di Argentina, Diduga Menyebar dari Pesta Ulang Tahun

Cara Mencegah Penularan Hantavirus

WHO mengimbau masyarakat untuk menghindari membersihkan kotoran tikus dengan cara menyapu kering karena dapat menyebarkan virus ke udara.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved