Kamis, 14 Mei 2026

Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, Pemerintah Hitung Ulang Beban Subsidi BBM dan Energi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia disebut memimpin koordinasi bersama sejumlah menteri ekonomi guna merumuskan langkah antisipasi.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Kompas.com/ADHYASTA DIRGANTARA
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat ditemui di Istana, Jakarta, Jumat (7/3/2025). 

Selain meningkatkan biaya impor energi, depresiasi rupiah juga dapat memicu kenaikan inflasi dan memperbesar biaya utang luar negeri.

Ekonom menilai pemerintah memiliki dua pilihan sulit, yakni menambah anggaran subsidi agar harga BBM tetap stabil atau melakukan penyesuaian harga untuk mengurangi tekanan fiskal.

Namun opsi kenaikan harga BBM dinilai sensitif karena dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

Di sisi lain, Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing serta menjaga stabilitas likuiditas guna meredam tekanan terhadap rupiah.

APBN Berpotensi Tertekan

Dalam asumsi dasar APBN 2026, pemerintah sebelumnya menetapkan kurs rupiah jauh di bawah level saat ini.

Karena itu, pelemahan tajam mata uang domestik berpotensi menyebabkan deviasi besar terhadap target subsidi energi.

Jika kurs rupiah bertahan di level tinggi dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah kemungkinan perlu melakukan penyesuaian postur anggaran atau realokasi belanja negara untuk menjaga defisit APBN tetap terkendali.

Meski tekanan ekonomi global meningkat, pemerintah menegaskan fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas harga energi, menjaga pasokan nasional, dan memastikan masyarakat tetap memperoleh BBM subsidi dengan harga terjangkau.

Baca juga: Buya Yahya Ungkap Keistimewaan 10 Hari Awal Dzulhijjah, Puasa Arafah Bisa Hapus Dosa 2 Tahun

Baca juga: DPRK Banda Aceh Gelar RDPU Raqan Insentif dan Penanaman Modal, Serap Masukan Stakeholder

Baca juga: Kemensos Coret 11 Ribu Penerima Bansos karena Terindikasi Judi Online, Gus Ipul: Akan Permanen

 

Sumber: Kompas.com

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved