Minggu, 17 Mei 2026

AS dan Israel Serang Iran

Trump Buka Opsi Penangguhan Nuklir Iran 20 Tahun, Teheran Tetap Waspada

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dirinya terbuka terhadap kemungkinan Iran menangguhkan program nuklirnya selama 20 tahun.

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
Tangkapan layar/VANTOR
SITUS NUKLIR - Citra satelit dari Vantor memperlihatkan situs nuklir Iran di Natanz dengan beberapa kerusakan yang diduga akibat serangan, ketika dipublikasi pada Senin (2/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Setiap komitmen harus disertai jaminan yang benar-benar “real” dan dapat diverifikasi.
  • Pernyataan itu disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai proposal terbaru dari Teheran.
  • Dengan gaya khasnya, Trump menegaskan ia tak segan menolak tawaran sejak awal.
 

 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dirinya terbuka terhadap kemungkinan Iran menangguhkan program nuklirnya selama 20 tahun.

Namun, ia menegaskan bahwa setiap komitmen harus disertai jaminan yang benar-benar “real” dan dapat diverifikasi.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai proposal terbaru dari Teheran.

Dengan gaya khasnya, Trump menegaskan ia tak segan menolak tawaran sejak awal.

“Saya melihatnya, dan jika saya tidak suka kalimat pertama, saya hanya membuangnya,” ujarnya.

Trump juga membantah laporan yang menyebut Iran masih mempertahankan kemampuan rudal utama.

Menurutnya, persediaan rudal Teheran telah menyusut drastis, hingga 80 persen, selama rangkaian serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Iran Nilai Mediasi Pakistan dengan AS Tidak Gagal

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa upaya mediasi yang dipimpin Pakistan dalam negosiasi tidak langsung dengan Amerika Serikat belum gagal, meski menghadapi “jalur yang sangat sulit”.

Berbicara kepada wartawan internasional di Kedutaan Besar Iran di New Delhi, India di sela pertemuan para menteri luar negeri BRICS, Araghchi menyoroti kuatnya ketidakpercayaan Teheran terhadap Washington, serta pesan-pesan Amerika yang dinilainya kerap saling bertentangan.

Ia menegaskan Iran tetap berkomitmen pada jalur diplomasi, meskipun situasi pascaperang terbaru yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran masih diwarnai gencatan senjata yang ia sebut “rapuh”.

“Faktanya, tidak ada solusi militer terhadap apa pun yang terkait dengan Iran,” tegas Araghchi.

Menurutnya, Teheran hanya akan terlibat dalam negosiasi yang benar-benar substansial jika pihak lain menunjukkan keseriusan serta itikad mencapai kesepakatan yang adil dan seimbang.

“Kami tidak percaya pada orang Amerika. Ini adalah fakta, dan ini adalah hambatan utama dalam upaya diplomasi apa pun,” tambahnya.

Araghchi juga menuding “pesan kontradiktif” dari Washington menjadi penghalang serius dalam proses perundingan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved