Minggu, 17 Mei 2026

Berita Internasional

Usai Trump Pulang, Putin Langsung Terbang ke China, Ada Apa?

Presiden Rusia Vladimir Putin akan melakukan kunjungan resmi ke China pada 19–20 Mei, menurut pernyataan Kremlin.

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
Foto: Kristina Kormilitsyna, MIA
Foto ini diambil dari Kremlin pada Jumat (14/3/2025), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin selama negosiasi dengan Presiden Belarus Alexander Lukashenko (tidak terlihat dalam foto). Presiden Rusia Vladimir Putin akan melakukan kunjungan resmi ke China pada 19–20 Mei, menurut pernyataan Kremlin. 

Usai Trump Pulang, Putin Langsung Terbang ke China, Ada Apa?

SERAMBINEWS.COM- Presiden Rusia Vladimir Putin akan melakukan kunjungan resmi ke China pada 19–20 Mei, menurut pernyataan Kremlin.

Kunjungan ini dilakukan tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggalkan Beijing usai pembicaraan tingkat tinggi dengan Presiden China Xi Jinping.

Kremlin menyebut Putin dan Xi akan membahas upaya memperkuat “kemitraan komprehensif dan kerja sama strategis” antara Moskow dan Beijing.

Selain itu, Putin juga dijadwalkan bertemu Perdana Menteri China Li Qiang untuk membahas kerja sama ekonomi dan perdagangan.

Kantor berita Rusia TASS melaporkan bahwa kunjungan ini bertepatan dengan peringatan 25 tahun Perjanjian Bertetangga Baik dan Kerja Sama Persahabatan yang ditandatangani pada 2001, sebuah tonggak penting dalam hubungan bilateral kedua negara.

Baca juga: Putin Peringatkan Dunia: Rudal Sarmat yang Diklaim Terkuat di Dunia Siap Dipakai untuk Perang

 Aliansi Rusia–China Semakin Menguat

Kunjungan Putin menegaskan semakin eratnya hubungan antara Rusia dan China di tengah dinamika geopolitik global yang memanas.

Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara memperdalam kerja sama politik dan ekonomi, terutama setelah negara-negara Barat menjatuhkan sanksi luas terhadap Rusia akibat perang di Ukraina.

China menjadi salah satu mitra dagang terbesar Rusia, terutama dengan pembelian energi seperti minyak dan gas.

Transaksi perdagangan juga semakin banyak dilakukan menggunakan mata uang yuan dan rubel, mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Putin sebelumnya menyebut hubungan kedua negara sebagai “kemitraan strategis tanpa batas”, sebuah istilah yang diumumkan tepat sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Baca juga: Rusia Tuding AS Sengaja Picu Konflik Global demi Alihkan Isu Palestina

 Trump Baru Tinggalkan Beijing, Isu Global Masih Menggantung

Kunjungan Putin ke China terjadi hanya sehari setelah Donald Trump menyelesaikan lawatan tiga hari ke Beijing.

Dalam kunjungan tersebut, Trump dan Xi Jinping mengklaim telah mencapai sejumlah kesepakatan perdagangan, namun belum ada kemajuan konkret dalam isu-isu besar seperti Taiwan dan perang AS-Israel di Iran.

Pembahasan mengenai Rusia juga sempat muncul dalam pertemuan Trump dan Xi.

China selama ini menyatakan sikap netral dalam perang Rusia-Ukraina, tetapi tetap mempertahankan hubungan dekat dengan Moskow.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved