Sabtu, 16 Mei 2026

Luar Negeri

Putin Peringatkan Dunia: Rudal Sarmat yang Diklaim Terkuat di Dunia Siap Dipakai untuk Perang

Putin juga menyebut bahwa daya ledak total rudal tersebut mencapai empat kali lipat dibandingkan sistem sejenis yang ada saat ini.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/Ikolase serambinews.com
Rudal jarak jauh AS dan Presiden Vladimir Putin. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Rusia Vladimir Putin kembali melontarkan peringatan kepada dunia setelah menyatakan bahwa rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-28 Sarmat—yang oleh NATO dijuluki “Satan II”—akan siap digunakan untuk tugas tempur pada akhir tahun ini.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Putin usai Rusia melakukan uji coba peluncuran Sarmat pada Selasa (12/5/2026).
  • Uji coba ini kembali menegaskan ambisi Rusia dalam memperkuat kemampuan nuklir strategisnya di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

 

SERAMBINEWS.COM, MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin kembali melontarkan peringatan kepada dunia setelah menyatakan bahwa rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-28 Sarmat—yang oleh NATO dijuluki “Satan II”—akan siap digunakan untuk tugas tempur pada akhir tahun ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Putin usai Rusia melakukan uji coba peluncuran Sarmat pada Selasa (12/5/2026).

Uji coba ini kembali menegaskan ambisi Rusia dalam memperkuat kemampuan nuklir strategisnya di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Rudal Pengganti Era Soviet

Menurut laporan Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), Sarmat merupakan pengganti dari ICBM SS-18 era Uni Soviet yang telah lama digunakan sejak 1970-an dan dikenal dengan sebutan “Satan” oleh NATO.

Pengembangan RS-28 Sarmat sendiri dimulai sejak 2011 dan sempat mengalami sejumlah kendala teknis yang menunda jadwal operasionalnya, yang awalnya direncanakan pada 2018.

Kapasitas dan Klaim Daya Hancur

Rusia mengklaim Sarmat memiliki kemampuan jangkauan hingga sekitar 10.000 km dan dapat membawa hingga 16 hulu ledak nuklir.

Putin juga menyebut bahwa daya ledak total rudal tersebut mencapai empat kali lipat dibandingkan sistem sejenis yang ada saat ini.

Selain itu, menurut sejumlah laporan yang dikutip dari organisasi advokasi pertahanan di Amerika Serikat, rudal ini diklaim memiliki kemampuan lintasan balistik dan suborbital yang memungkinkan jangkauan operasional hingga lebih dari 35.000 km.

Baca juga: Rusia Tuding AS Sengaja Picu Konflik Global demi Alihkan Isu Palestina

Sistem Bahan Bakar dan Kelemahan Teknis

Sarmat menggunakan bahan bakar cair, yang berarti rudal harus diisi sebelum peluncuran.

Karakteristik ini dianggap sebagai salah satu kelemahan dibandingkan sistem berbahan bakar padat yang lebih siap digunakan dalam waktu singkat.

CSIS juga mencatat bahwa program Sarmat sebelumnya menghadapi tantangan dalam pengujian, yang turut berkontribusi pada keterlambatan pengembangannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved