Purbaya Jelaskan Maksud Pernyataan Prabowo soal Warga Desa Tak Pakai Dollar
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai masyarakat desa tidak memakai dollar menuai perhatian publik dan memunculkan berbagai tafsir.
Ringkasan Berita:
- Menkeu Purbaya menyebut ucapan Prabowo soal warga desa tidak memakai dollar disampaikan untuk menghibur dan memudahkan pemahaman masyarakat pedesaan.
- Purbaya menegaskan Prabowo memahami kondisi ekonomi dan nilai tukar rupiah, namun memilih bahasa populer dibanding istilah ekonomi teknis.
- Prabowo sebelumnya menyatakan masyarakat desa tidak terlalu terdampak gejolak dollar dan menilai kondisi Indonesia masih stabil di tengah situasi global.
SERAMBINEWS.COM - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai masyarakat desa tidak memakai dollar menuai perhatian publik dan memunculkan berbagai tafsir.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kemudian menjelaskan bahwa ucapan tersebut disampaikan dalam konteks komunikasi yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat pedesaan.
Menurutnya, Presiden menggunakan bahasa populer agar pesan yang disampaikan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Purbaya juga menegaskan bahwa Prabowo memahami persoalan ekonomi dan nilai tukar rupiah secara baik.
Ia menilai istilah teknis seperti imported inflation tidak mudah dipahami oleh masyarakat umum, khususnya di desa.
Karena itu, pendekatan komunikasi yang sederhana dianggap lebih efektif untuk menjelaskan kondisi ekonomi nasional.
Baca juga: ARA Tegaskan Pencabutan Pergub JKA Kemenangan Mutlak Rakyat Aceh
Di sisi lain, Prabowo menekankan bahwa Indonesia masih berada dalam kondisi stabil meski dunia menghadapi tekanan ekonomi global.
Pemerintah berharap masyarakat tetap tenang dan optimistis terhadap kondisi ekonomi nasional.
“Untuk menghibur rakyat saja di situ. Saya lihat konteksnya di pedesaan waktu kemarin itu, enggak apa-apa ngomong begitu,” ujar Purbaya di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Ia menegaskan, pernyataan Presiden tidak berarti Prabowo tidak memahami persoalan ekonomi dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
“Saya menjelaskan dulu konteksnya begini. Itu kan bicara di pedesaan, itu konteksnya di situ untuk orang sana. Bukan berarti Pak Presiden enggak mengerti rupiah, dia kan jago, beneran,” katanya.
Purbaya menilai, istilah teknis ekonomi seperti imported inflation tidak mudah dipahami masyarakat desa, sehingga Presiden menggunakan bahasa yang lebih populer dan sederhana.
Baca juga: Remaja Meulaboh Hilang Terseret Arus Saat Mandi di Pantai Suak Ribee
“Emang mereka mengerti imported inflation? Berapa banyak mereka mengerti kalau dijelaskan secara teoretis,” ujarnya.
Ia juga mengatakan dampak imported inflation dalam sejumlah kajian ekonomi dinilai tidak selalu signifikan dan sering kali memiliki jeda pengaruh.
Sebelumnya, dalam pidato peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Prabowo menyebut masyarakat kecil di desa tidak terlalu terdampak langsung oleh gejolak kurs dollar.
| Dinas Penanaman Modal Bireuen Sosialisasi Izin Usaha Berbasis Risiko |
|
|---|
| ARA Tegaskan Pencabutan Pergub JKA Kemenangan Mutlak Rakyat Aceh |
|
|---|
| Remaja Meulaboh Hilang Terseret Arus Saat Mandi di Pantai Suak Ribee |
|
|---|
| Iqbal Djohan Minta Pengusaha Bijak Sikapi Jam Malam Bagi Pekerja Wanita di Banda Aceh |
|
|---|
| Harga Emas di Aceh Jaya Turun di Tengah Penguatan Dolar AS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Purbaya-18052026.jpg)