Selasa, 19 Mei 2026

Perang Iran vs AS

Update Hari ke-81 Perang Iran: AS Tunda Serangan, Teheran Siap Hadapi Agresi Baru

Memasuki hari ke-81 perang Iran, ketegangan di Timur Tengah masih terus meningkat meski jalur diplomasi mulai kembali dibuka.

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/AI
Memasuki hari ke-81 perang Iran, ketegangan di Timur Tengah masih terus meningkat meski jalur diplomasi mulai kembali dibuka. 

Update Hari ke-81 Perang Iran: AS Tunda Serangan, Teheran Siap Hadapi Agresi Baru

SERAMBINEWS.COM - Memasuki hari ke-81 perang Iran, ketegangan di Timur Tengah masih terus meningkat meski jalur diplomasi mulai kembali dibuka.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa dirinya menunda rencana serangan militer terhadap Iran setelah mendapat permintaan dari para pemimpin negara Teluk seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Serambinews.com dikutip melalui Al Jazeera, Senin (18/5/2026), melaporkan bahwa Trump menyebut saat ini sedang berlangsung “negosiasi serius” antara Washington dan Teheran di balik layar.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal adanya upaya diplomatik baru di tengah meningkatnya ancaman perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, Iran menegaskan tidak akan tunduk terhadap tekanan Amerika Serikat maupun Israel.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan bahwa keterlibatan Teheran dalam perundingan bukan berarti menyerah.

“Dialog bukan berarti menyerah,” ujar Pezeshkian.

Ia menegaskan Iran tetap memasuki negosiasi dengan menjaga martabat dan hak-hak rakyatnya.

Baca juga: Trump Mendadak Tunda Serangan Besar ke Iran dengan 1 Syarat, Negara-negara Teluk Kompak Bersuara

Trump Akui Menunda Serangan ke Iran

Trump mengatakan perkembangan positif dalam pembicaraan dengan Iran membuatnya memutuskan untuk menunda operasi militer yang sebelumnya direncanakan.

Ia menyebut para sekutu AS di Timur Tengah memberi keyakinan bahwa peluang tercapainya kesepakatan masih terbuka.

Menurut Trump, kesepakatan tersebut diharapkan dapat memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

Namun di Amerika Serikat sendiri, tekanan politik terhadap Trump semakin besar.

Sejumlah pengamat menilai perang berkepanjangan di Timur Tengah mulai berdampak pada ekonomi AS, terutama kenaikan harga energi dan biaya hidup masyarakat.

Mike Hanna dari Al Jazeera melaporkan bahwa konflik Iran menjadi isu politik sensitif menjelang pemilu paruh waktu di AS.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved