Rabu, 20 Mei 2026

Perang Iran vs AS

Update Hari ke-81 Perang Iran: AS Tunda Serangan, Teheran Siap Hadapi Agresi Baru

Memasuki hari ke-81 perang Iran, ketegangan di Timur Tengah masih terus meningkat meski jalur diplomasi mulai kembali dibuka.

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/AI
Memasuki hari ke-81 perang Iran, ketegangan di Timur Tengah masih terus meningkat meski jalur diplomasi mulai kembali dibuka. 

Ketidakpuasan publik disebut dapat memengaruhi posisi Partai Republik dalam pemungutan suara mendatang.

Mantan Duta Besar AS untuk Aljazair, Henry Ensher, juga memperingatkan bahwa tidak ada pilihan militer yang benar-benar menguntungkan bagi Washington.

Menurutnya, serangan besar terhadap Iran justru berpotensi memperburuk situasi jika gagal mengubah sikap Teheran.

Baca juga: Trump Kian Frustrasi, Negosiasi AS–Iran Buntu, Opsi Militer Dibahas

Iran Tegaskan Siap Hadapi Agresi Baru

Sementara itu, Iran menunjukkan sikap keras terhadap ancaman militer AS dan Israel.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menggagalkan upaya penyelundupan senjata Amerika Serikat di wilayah perbatasan Kurdistan dekat Irak.

IRGC menuduh kelompok yang didukung AS dan Israel berupaya memasukkan senjata dan amunisi ke wilayah Iran.

Selain itu, Iran juga mulai memperketat kontrol di Selat Hormuz.

IRGC menyatakan kabel serat optik bawah laut yang melintasi Selat Hormuz kemungkinan akan dikenakan sistem perizinan baru sebagai bagian dari penguatan kedaulatan Iran atas jalur strategis tersebut.

Mayor Jenderal Ali Abdollahi memperingatkan bahwa setiap agresi baru akan mendapat respons yang jauh lebih keras dibanding sebelumnya.

Tokoh senior Iran, Mohsen Rezaei, bahkan mengejek Trump karena menetapkan lalu membatalkan tenggat waktu serangan militer.

Ia menegaskan Iran tidak akan menyerah di bawah tekanan asing.

Baca juga: Uptade Hari ke-80 Perang Iran: Trump Keluarkan Ancaman Keras, Israel Disebut Siap Menyerang

Pakistan dan Qatar Jadi Mediator

Dalam perkembangan diplomasi, Pakistan disebut memainkan peran penting sebagai penghubung komunikasi tidak langsung antara Washington dan Teheran.

Iran disebut menyampaikan respons terhadap proposal terbaru AS melalui Islamabad.

Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, juga mendukung upaya mediasi Pakistan untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai.

Lebanon dan Gaza Masih Memanas

Meski pembicaraan diplomatik meningkat, situasi di Lebanon dan Palestina masih memanas.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved