Rabu, 20 Mei 2026

Pertama dalam Sejarah, Ini 7 Poin Penting Pidato Presiden Prabowo di Rapat Paripurna DPR Hari Ini

Pada tahun-tahun sebelumnya, tugas membacakan dokumen pengantar anggaran awal ini selalu didelegasikan kepada Menteri Keuangan.

Tayang:
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
Serambinews.com/SEKRETARIAT PRESIDEN
Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada pejabat yang masih mencoba melakukan praktik korupsi. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa (20/5/2026). 

SERAMBINEWS.COM - Sebuah tradisi lama dalam sistem ketatanegaraan Indonesia resmi dipecahkan hari ini.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Presiden Republik Indonesia menyampaikan langsung dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN dalam Rapat Paripurna DPR RI.

Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto, hadir langsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026) untuk memaparkan arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara menghadapi Tahun Anggaran 2027.

Pada tahun-tahun sebelumnya, tugas membacakan dokumen pengantar anggaran awal ini selalu didelegasikan kepada Menteri Keuangan selaku wakil pemerintah.

Presiden biasanya baru berpidato soal keuangan negara menjelang Hari Kemerdekaan 17 Agustus saat penyampaian Nota Keuangan.

Melansir laporan Kompas.com, Rabu (20/5/2026), rapat Paripurna DPR RI ke-19 yang berlangsung terbuka untuk umum ini dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, didampingi jajaran Wakil Ketua DPR seperti Sufmi Dasco Ahmad, Sari Yuliati, dan Saan Mustopa.

Agenda bersejarah ini tercatat dihadiri oleh 451 anggota dewan dari seluruh fraksi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih dan ketua umum partai politik.

Baca juga: Prabowo Peringatkan Pejabat Korup: Bungker dan Harta Tersembunyi Bisa Dilacak dengan Radar

Dalam pidato yang berlangsung selama 45 menit tersebut, Prabowo menegaskan bahwa langkah ini merupakan inisiatif pribadinya.

"Saya sengaja minta waktu untuk berdiri di hadapan saudara-saudara sekalian untuk menyampaikan langsung sendiri arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita, sebagai pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara APBN 2027," tegas Prabowo dalam pidatonya yang juga disiarkan langsung di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (20/5/2026).

Lalu apa yang dibahas Presiden Prabowo dalam momen bersejarah di hadapan 451 anggota dewan tersebut?

Poin penting pidato Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR ke-19

Dihimpun dari Kompas.com, Rabu (20/5/2026), berikut adalah 7 poin penting dan krusial yang disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam pidato paripurna yang diselenggarakan DPR hari ini.

1. Target pertumbuhan ekonomi menuju 8 Persen

Di sektor makro, Presiden Prabowo mematok target pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada tahun 2027.

Angka ini dipersiapkan sebagai landasan kuat dan realistis untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029 mendatang.

Prabowo optimis fondasi ini dapat dicapai melalui pengelolaan fiskal yang bijak, hati-hati (prudent), dan berkelanjutan.

"Dengan kebijakan yang tepat, kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen di tahun 2027 menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen menuju 2029," kata Prabowo, dikutip dari Kontan

Baca juga: Prabowo: Indonesia Harus Produksi HP, Mobil, dan Motor Sendiri, Jangan Hanya Jadi Pasar

2. Pengendalian kebijakan fiskal dan defisit APBN

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved