Kamis, 21 Mei 2026

Berita Luar Negeri

Masinis Kereta Api yang Terlibat Kecelakaan di Thailand Ternyata Positif Narkoba dan Tak Berlisensi

Hasil tes urine menunjukkan masinis kereta barang rute Laem Chabang–Bang Sue tersebut positif narkoba setelah kecelakaan terjadi.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
MEDSOS
Fakta mengejutkan terungkap dalam penyelidikan kecelakaan kereta api maut di Thailand yang menewaskan delapan orang dan melukai puluhan lainnya. 

Masinis Kereta Api yang Terlibat Kecelakaan di Thailand Ternyata Positif Narkoba dan Tak Berlisensi

SERAMBINEWS.COM - Fakta mengejutkan terungkap dalam penyelidikan kecelakaan kereta api maut di Thailand yang menewaskan delapan orang dan melukai puluhan lainnya.

Masinis kereta api barang yang terlibat dalam insiden tersebut diketahui positif menggunakan narkoba dan tidak memiliki izin resmi untuk mengoperasikan kereta api.

Informasi itu disampaikan Direktur Jenderal Departemen Transportasi Kereta Api Thailand, Pichet Kunadhamraks, berdasarkan hasil pemeriksaan polisi terhadap masinis bernama Sayomporn Suankul (46).

Dalam keterangannya pada Selasa (19/5/2026), Pichet mengatakan hasil tes urine menunjukkan masinis kereta barang rute Laem Chabang–Bang Sue tersebut positif narkoba setelah kecelakaan terjadi.

“Masinis tersebut juga tidak memiliki lisensi resmi untuk mengoperasikan kereta api dari Departemen Transportasi Kereta Api,” ujar Pichet melalui media sosial resminya.

Menyusul insiden tersebut, Suankul telah diberhentikan sementara dari tugasnya dan menghadapi pelanggaran disiplin serius serta tuntutan hukum terkait lainnya.

Kecelakaan maut itu terjadi pada 16 Mei 2026 sore di jalur rel Asok–Din Daeng, Distrik Huai Khwang, Bangkok.

Kereta barang menabrak sebuah bus penumpang dan sejumlah kendaraan lain yang terjebak kemacetan di atas rel kereta api.

Kepala Kepolisian Bangkok, Letnan Jenderal Sayam Boonsom, mengatakan tabrakan tersebut menewaskan delapan orang dan menyebabkan sekitar 30 orang lainnya mengalami luka-luka.

Menurut hasil penyelidikan awal, kereta tidak melambat ataupun berhenti meski petugas penjaga perlintasan telah memberikan sinyal menggunakan bendera agar kereta berhenti karena kondisi lalu lintas sedang macet.

Masinis kereta kini menghadapi tuduhan mengemudi secara ugal-ugalan hingga menyebabkan kematian dan luka berat.

Tidak hanya masinis, pengemudi bus penumpang juga turut dikenakan dakwaan karena berhenti di area perlintasan kereta api yang dinilai membahayakan.

Pasca-insiden tersebut, otoritas Thailand langsung mengambil langkah cepat dengan memerintahkan pemeriksaan alkohol dan narkoba terhadap seluruh operator kereta api di negara itu.

Pemerintah Thailand juga membuka penyelidikan terhadap para pengawas yang diduga lalai karena membiarkan seseorang tanpa lisensi resmi mengoperasikan kereta selama jam kerja.

Pihak berwenang Thailand menegaskan akan memperketat pemeriksaan kesehatan, rekam jejak, serta legalitas para masinis di seluruh jaringan kereta api Thailand guna mencegah tragedi serupa kembali terjadi.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved